bernasnews– Suasana di Pedukuhan Sarirejo 2, Kalurahan Singosaren, Banguntapan, Bantul, mendadak tegang pada Selasa (23/9/2025) sekitar pukul 16.00 WIB. Dapur milik Suparman (89), seorang buruh harian lepas, tiba-tiba dilalap si jago merah akibat kebocoran gas elpiji dari regulator.
PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, membenarkan insiden tersebut. Ia menjelaskan, api muncul saat korban sedang menyalakan kompor untuk memasak.
“Saat kompor menyala, gas bocor langsung menyambar. Api mengenai kaki kanan korban dan menjilat bahan mudah terbakar di sekitarnya,” ungkap Iptu Rita, mengutip kabarjawa.com.
Saksi mata, Supriyono (40), tetangga korban, mengaku terkejut melihat kobaran api menjulang dari dapur. Ia segera berteriak meminta bantuan warga. Dua warga lainnya, Rohmad Ginanjar (35) dan Eko Maryanto (46), ikut berlari ke lokasi dan mencoba memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, kobaran api terlalu cepat membesar.
Warga berusaha menyelamatkan barang-barang dari rumah korban. Sayangnya, sebagian besar perabotan dapur serta atap rumah yang terbuat dari kayu hangus.
Tak lama berselang, warga menghubungi Damkar Banguntapan dan Polsek Banguntapan. Sekitar pukul 16.25 WIB, satu unit mobil pemadam kebakaran dari BPBD Bantul tiba di lokasi.
Petugas langsung berjibaku melawan api yang terus membesar. Dalam waktu sekitar 30 menit, api akhirnya padam sehingga tidak merembet ke rumah tetangga.
Meski api berhasil dikuasai, kerugian material tak bisa dihindari. Beberapa barang rumah tangga, seperti almari pakaian, perabotan dapur, atap, dan sebagian bangunan rumah, hangus terbakar. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp5 juta.
Suparman selamat dari maut meski sempat terkena sambaran api di kaki kanannya. Warga memberikan pertolongan pertama sebelum membawanya ke fasilitas kesehatan terdekat.
Kebakaran ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat agar selalu waspada saat menggunakan tabung gas elpiji. Polisi mengimbau warga rutin memeriksa kondisi selang dan regulator sebelum memasak.
“Keselamatan harus jadi prioritas. Pastikan tabung dan regulator dalam kondisi baik agar kejadian serupa tidak terulang,” tegas Iptu Rita Hidayanto.***(Eln)












