News  

BMKG Ingatkan Gelombang Tinggi di Selatan DIY, Nelayan dan Wisatawan Diminta Ekstra Waspada

Cuaca ekstrem di Laut Selatan DIY, BMKG ingatkan bahaya gelombang tinggi Selasa, 23 September 2025. (Dok BMKG)

bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang mengintai perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mulai Selasa, 23 September 2025 pukul 07.00 WIB hingga 24 jam ke depan, laut selatan DIY diprediksi menghadapi gelombang ganas setinggi 2,5 hingga 4 meter yang masuk dalam kategori gelombang tinggi.

Sejak pagi, cuaca di daratan DIY terlihat cerah berawan. Suhu udara berkisar antara 22–32 derajat Celsius, dengan kelembapan relatif 58–92 persen.

Angin bertiup cukup kencang dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 5–30 km per jam. Kondisi inilah yang memicu perairan Samudra Hindia di selatan Jawa, termasuk Yogyakarta, bergejolak dan melahirkan gelombang raksasa.

Ancaman Nyata Bagi Nelayan dan Wisatawan

BMKG menegaskan, gelombang tinggi ini bukan sekadar fenomena biasa. Ombak setinggi gedung dua lantai bisa datang menghantam kapan saja, terutama di kawasan pantai yang langsung berhadapan dengan laut lepas seperti Pantai Parangtritis, Glagah, hingga Baron.

Nelayan tradisional yang biasa melaut dengan kapal kecil diminta menunda aktivitasnya, karena risiko terbalik dan karam sangat besar.

Tidak hanya nelayan, wisatawan pun wajib meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas bermain air, berenang, atau sekadar duduk terlalu dekat dengan bibir pantai bisa berbahaya.

Gelombang tinggi kerap datang mendadak, menyeret siapa saja yang lengah. Fenomena ini sudah beberapa kali memakan korban di pantai selatan Yogyakarta.

“BMKG meminta masyarakat, khususnya nelayan dan wisatawan, untuk memperhatikan informasi resmi. Gelombang tinggi di perairan selatan DIY berbahaya dan bisa mengancam keselamatan,” tegas peringatan resmi yang dirilis BMKG pagi ini.

Langkah Antisipasi Pemerintah Daerah

Gelombang setinggi 4 meter tidak hanya merusak kapal kecil, tetapi juga berpotensi menggerus bibir pantai dan menghanyutkan perahu yang tengah bersandar.

Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY sudah menindaklanjuti peringatan ini dengan memasang imbauan di beberapa pantai utama. Petugas SAR juga disiagakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Bagi masyarakat yang tetap harus melaut, BMKG menyarankan untuk memantau kondisi cuaca terkini melalui aplikasi maupun kanal resmi.

Sementara wisatawan diminta lebih bijak memilih aktivitas. Gelombang tinggi bukan hanya tontonan dramatis, tetapi juga ancaman nyata yang bisa menyeret siapa saja.