News  

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Selatan DIY, Nelayan Diminta Waspada

Potensi Gelombang Tinggi/Foto: BMKG

bernasnews– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengibarkan tanda bahaya bagi masyarakat pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dalam prakiraan cuaca untuk Sabtu, 20 September 2025, BMKG memperingatkan adanya potensi gelombang tinggi yang menghantam perairan selatan, dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 4 meter.

BMKG menegaskan bahwa gelombang setinggi itu termasuk kategori gelombang tinggi, sehingga berpotensi mengancam keselamatan nelayan tradisional, kapal-kapal kecil, hingga aktivitas wisata di sepanjang pantai selatan DIY.

Sejak pagi, langit Yogyakarta cerah berawan. Siang hingga sore, BMKG mencatat adanya potensi hujan ringan hingga sedang di Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Bantul bagian utara. Pada malam hingga dini hari, langit berganti dengan hujan ringan di sebagian wilayah, lalu berawan menjelang subuh.

Meski suhu udara masih terasa normal, yakni 23 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan 60 sampai 95 persen, angin bertiup kencang dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan 5 hingga 25 kilometer per jam. Kombinasi angin dan tekanan atmosfer inilah yang memicu gelombang tinggi di Samudra Hindia selatan DIY.

“Gelombang tinggi bukan hanya soal perahu terbalik. Arus balik yang kuat juga bisa menyeret siapa pun yang bermain air di bibir pantai,” tegas BMKG.

Pantai selatan DIY selalu padat dengan wisatawan, terutama di akhir pekan. Namun, dengan adanya peringatan dini ini, wisatawan sebaiknya menjaga jarak dari garis air laut. Ombak setinggi 4 meter bisa menghantam bibir pantai dan menciptakan hempasan yang kuat. Jika wisatawan lengah, tragedi bisa terjadi seketika.

BMKG menegaskan, pengunjung harus menaati peringatan petugas SAR maupun himbauan papan larangan berenang yang banyak terpasang di titik rawan.

BMKG menutup peringatannya dengan ajakan waspada bagi seluruh masyarakat DIY. Pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga relawan SAR diminta sigap menjaga pesisir selatan agar tidak ada korban jiwa akibat kecerobohan. (ef linangkung)