News  

BMKG DIY: Waspadai Hujan Deras, Angin Kencang, dan Gelombang Tinggi pada 17 September 2025

Cuaca DIY 17 September 2025. (BMKG)

bernasnews – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengeluarkan peringatan dini yang patut menjadi perhatian serius warga.

Rabu, 17 September 2025 ini, potensi hujan deras disertai angin kencang dan petir mengintai sejumlah wilayah di DIY. Tak hanya daratan, lautan pun ikut bergolak dengan ancaman gelombang tinggi yang bisa mencapai empat meter.

BMKG menegaskan, kondisi cuaca ekstrem tersebut berlaku sejak pukul 07.00 WIB dan berlanjut hingga 24 jam ke depan.

Informasi resmi itu menyebutkan, pagi hari relatif tenang dengan langit berawan, namun memasuki siang hingga sore, awan pekat siap mengguyur deras wilayah Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.

Malam dan Dini Hari Tak Sepenuhnya Aman

Malam hingga dini hari bukan berarti cuaca berbalik ramah. BMKG memprediksi hujan ringan masih berpeluang turun di Kulon Progo bagian selatan, Bantul bagian selatan, dan Gunungkidul bagian selatan.

Dengan kelembapan udara yang tinggi, yakni berkisar 70–95 persen, tubuh masyarakat akan lebih mudah merasa gerah sekaligus rentan terserang penyakit musiman seperti flu dan demam.

Suhu udara DIY sepanjang hari diperkirakan berada di angka 21–31 derajat Celsius. Sementara itu, angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan antara 5–25 km/jam.

Meski angka tersebut terdengar biasa, potensi angin kencang mendadak tetap bisa terjadi saat awan hujan menggumpal pekat.

Laut Selatan DIY Bergolak, Nelayan Diminta Jangan Nekat

Ancaman terbesar justru datang dari perairan. BMKG memperingatkan tinggi gelombang laut selatan Yogyakarta bisa mencapai 2,5–4 meter.

Gelombang setinggi itu masuk kategori tinggi dan berbahaya bagi kapal nelayan maupun kapal wisata. BMKG mengingatkan, nelayan hendaknya tidak memaksakan diri melaut demi keselamatan jiwa.

Aktivitas wisata air, seperti perahu wisata atau olahraga laut, juga sebaiknya ditunda untuk menghindari tragedi yang tak diinginkan.

Potensi Bencana Hidrometeorologi Mengintai

BMKG menekankan bahwa hujan deras disertai angin kencang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi. Longsor, banjir, pohon tumbang, hingga atap rumah beterbangan bisa saja terjadi dalam sekejap.

Wilayah utara DIY yang menjadi fokus peringatan patut meningkatkan kewaspadaan, terutama di area perbukitan dan bantaran sungai.

“Warga harus tetap waspada. Jangan meremehkan peringatan dini ini. Segera cari tempat aman ketika hujan deras turun, hindari berteduh di bawah pohon, serta jauhi aliran sungai ketika debit air mulai meningkat,” imbau BMKG DIY melalui keterangannya.

Kesiapsiagaan Jadi Kunci

Dengan kondisi cuaca yang tak menentu, masyarakat diminta lebih sigap menjaga keselamatan. Warga yang bepergian disarankan membawa jas hujan atau payung, sementara pengendara motor diimbau lebih berhati-hati ketika melintas di jalan licin dan berangin.

Di kawasan rawan pohon tumbang, pengendara sebaiknya memilih jalur alternatif. BMKG DIY menegaskan, kesiapsiagaan menjadi kunci untuk meminimalisasi dampak cuaca ekstrem.

Peringatan dini ini diharapkan tidak hanya menjadi informasi, tetapi juga peringatan nyata agar warga benar-benar siap menghadapi segala kemungkinan.