News  

BMKG DIY Ingatkan Potensi Hujan Ringan hingga Gelombang Tinggi pada Selasa 16 September 2025

bernasnews – Langit cerah berawan di pagi hari rupanya tidak menjamin hari yang tenang di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY mengeluarkan peringatan dini bahwa wilayah DIY akan diguyur hujan ringan hingga sedang, sementara laut selatan kembali mengamuk dengan gelombang tinggi yang mengintai kapal nelayan maupun wisatawan.

BMKG menyebut prakiraan cuaca ini berlaku selama 24 jam penuh pada Selasa, 16 September 2025 mulai pukul 07.00 WIB. Cuaca akan terus berubah-ubah dan masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan.

BMKG merinci, pagi hari akan dimulai dengan kondisi cerah berawan yang memberi harapan aktivitas luar ruang berjalan lancar. Namun, situasi diperkirakan berubah drastis pada siang hingga sore hari.

Hujan ringan hingga sedang berpotensi mengguyur wilayah Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo bagian utara hingga tengah, Bantul bagian timur, serta Gunungkidul bagian utara hingga tengah.

Memasuki malam hari, langit hanya berawan, tetapi saat dini hari ancaman hujan kembali muncul, kali ini menyasar Kulon Progo bagian selatan dan Bantul bagian selatan.

Suhu udara diperkirakan berkisar antara 22–31 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 60–95 persen. Angin bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan maksimum 30 km per jam.

Gelombang Laut Tinggi Intai Pantai Selatan

Yang paling mengkhawatirkan, BMKG menegaskan perairan selatan Yogyakarta sedang tidak ramah. Gelombang laut diperkirakan mencapai 2,5–4 meter dan masuk kategori tinggi.

Kondisi ini jelas membahayakan aktivitas pelayaran, mulai dari kapal nelayan tradisional hingga wisata bahari yang biasanya ramai di pesisir.

BMKG meminta nelayan menunda melaut bila kapal tidak memenuhi standar keselamatan. Wisatawan juga diminta menjauhi bibir pantai, terutama kawasan berkarang yang rawan hempasan ombak besar.

Dalam rilis resminya, BMKG mengimbau masyarakat agar tidak lengah meski pagi hari terlihat cerah. Hujan ringan hingga sedang berpotensi menimbulkan genangan di wilayah padat permukiman. Sementara gelombang tinggi berpotensi merusak perahu, jaring, bahkan fasilitas wisata pantai.

“Kami mengingatkan masyarakat, khususnya nelayan dan wisatawan pantai, agar berhati-hati. Jangan memaksakan aktivitas jika kondisi laut berbahaya,” demikian bunyi peringatan BMKG.

Warga Diminta Siaga Hadapi Cuaca Tidak Menentu

Perubahan cuaca yang cepat ini diprediksi dapat mengganggu aktivitas harian warga DIY.

Dari pelajar yang berangkat sekolah, pekerja yang menempuh perjalanan, hingga petani yang sedang mengelola lahan, semua harus menyiapkan langkah antisipasi. Payung, jas hujan, hingga rencana perjalanan alternatif wajib dipertimbangkan.

Sementara itu, sektor pariwisata pantai selatan DIY yang biasanya dipadati wisatawan pada pertengahan pekan diperkirakan akan terpengaruh langsung.

Ombak besar diprediksi membatasi aktivitas wisata air dan memberi ancaman serius bagi siapa pun yang nekat bermain di dekat bibir pantai.