News  

Awas Gelombang Tinggi! BMKG DIY Ingatkan Wisatawan dan Nelayan di Pantai Selatan

bernasnews – Suasana cerah berawan yang menyelimuti langit Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Minggu pagi, 14 September 2025, ternyata menyimpan ancaman besar dari arah selatan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY mengeluarkan peringatan dini tentang gelombang laut tinggi yang diperkirakan menghantam perairan Yogyakarta.

Tinggi gelombang diprediksi mencapai 2,5 hingga 4,0 meter dan masuk kategori berbahaya.

BMKG DIY mengimbau agar wisatawan, pemancing, dan nelayan lebih waspada saat beraktivitas di kawasan pantai selatan.

Gelombang yang bergulung hebat ini bisa datang tiba-tiba, menghantam daratan, bahkan menyeret benda maupun manusia yang lengah di bibir pantai.

Pantai-pantai indah di Bantul, Gunungkidul, hingga Kulon Progo memang selalu ramai dikunjungi wisatawan setiap akhir pekan.

Deru ombak besar sering kali justru memikat mata, namun kali ini BMKG memperingatkan bahwa keindahan itu dapat berubah menjadi ancaman mematikan.

Para pengunjung diimbau untuk tidak bermain terlalu dekat dengan air laut, apalagi berenang, karena ombak tinggi mampu menyeret siapa saja yang ceroboh.

Nelayan tradisional yang biasa mencari ikan pada malam hingga dini hari juga diminta menunda melaut.

BMKG menyebutkan angin timur–selatan dengan kecepatan maksimum 25 km/jam akan memperkuat ketinggian gelombang.

Kondisi ini berisiko merusak kapal kecil dan membahayakan jiwa pelaut.

Selain gelombang laut tinggi, BMKG juga merilis prakiraan cuaca lengkap DIY untuk periode 24 jam mulai pukul 07.00 WIB, Minggu (14/9/2025).

Pagi hari: cerah berawan.

Siang hingga sore: hujan ringan berpotensi mengguyur wilayah Sleman Utara, Kulon Progo Utara, dan Bantul Utara.
Malam hari: berawan.

Dini hari: cerah berawan.
Suhu udara berkisar 22–32 derajat Celsius dengan kelembapan 60–95 persen. Kondisi ini menandakan cuaca relatif stabil, namun potensi hujan lokal tetap perlu diwaspadai terutama di wilayah utara DIY.

BMKG menegaskan, gelombang laut dengan ketinggian lebih dari 2,5 meter sudah termasuk kategori tinggi yang membahayakan aktivitas pelayaran maupun wisata pantai.

Peringatan dini ini bukan sekadar formalitas, melainkan alarm keselamatan bagi ribuan orang yang menggantungkan hidupnya di laut maupun yang mencari hiburan di tepiannya.

Nelayan diminta menunda perjalanan dan lebih memilih beraktivitas di darat, sedangkan wisatawan diminta menjaga jarak aman minimal 200 meter dari bibir laut.

Petugas SAR dan pengelola kawasan wisata pantai juga diimbau meningkatkan patroli, memberi peringatan dengan pengeras suara, hingga memasang bendera merah tanda bahaya.

Sejarah panjang pantai selatan DIY menyimpan banyak cerita tragis akibat hempasan ombak ganas.

Tak jarang wisatawan terseret arus balik atau perahu nelayan terbalik karena memaksakan diri berlayar di tengah kondisi gelombang tinggi.

Dengan prakiraan kali ini, BMKG berharap masyarakat tidak mengulang kesalahan yang sama.

“Keindahan laut selatan memang menakjubkan, tetapi keselamatan jiwa jauh lebih penting,” tegas BMKG.