News  

Geger! Isu Klitih di JJLS Tepus, Polisi Pastikan Hanya Kesalahpahaman

bernasnews– Suasana mencekam sempat meliputi jalur lintas selatan (JJLS) Tepus, Gunungkidul, pada dini hari. Puluhan warga bergegas turun ke jalan setelah mencurigai rombongan remaja pengendara motor sebagai pelaku klitih.

Melansir dari kabarjawa.com, kejadian bermula ketika belasan remaja melintas beriringan di kawasan tersebut. Seorang warga mengaku melihat salah satu di antara mereka mengacungkan benda mirip senjata tajam ke arah pengendara lain. Gerakan itu langsung memicu kecurigaan dan membuat isu klitih cepat menyebar.

Tak ingin kecolongan, warga melakukan pengejaran. Jalanan gelap yang sebelumnya lengang berubah menjadi arena kejar-kejaran. Drama itu berakhir di Padukuhan Tegal Weru, Tepus, ketika rombongan remaja terkepung di jalan buntu. Belasan pemuda akhirnya warga amankan tanpa perlawanan.

“Saat itu sempat membingungkan, ada yang mengejar, ada yang dikejar. Kami tidak tahu pasti apakah mereka satu rombongan atau bukan,” tutur salah seorang saksi di lokasi.

Isu klitih di JJLS Tepus pun segera merebak di media sosial. Banyak yang meyakini belasan remaja itu membawa senjata tajam dan siap melakukan aksi kejahatan jalanan.

Namun, kepolisian cepat meluruskan kabar tersebut. Kapolsek Tepus, AKP Solechan, menegaskan bahwa peristiwa itu hanya salah paham. Dari hasil pemeriksaan, polisi tidak menemukan barang bukti senjata tajam maupun indikasi tindak kriminal.

“Tidak ada tindak kejahatan jalanan maupun senjata tajam yang dibawa para remaja. Mereka hanya kehabisan bensin lalu berniat putar balik. Saat melewati simpang tiga Trosari, mereka berpapasan dengan warga hingga terjadi kesalahpahaman. Setelah dimintai keterangan, semuanya kami kembalikan ke orang tua masing-masing,” jelasnya.

Polisi mencatat, ada 12 remaja yang warga amankan. Mereka berasal dari Kapanewon Saptosari dan Panggang, Gunungkidul, serta tengah dalam perjalanan menuju Pacitan, Jawa Timur. Sayangnya, bahan bakar kendaraan mereka habis sehingga terpaksa menghentikan perjalanan.

Ketidaksengajaan itu justru terjadi di saat bersamaan dengan kecurigaan warga. Situasi yang semula tegang akhirnya mereda setelah kepolisian memastikan tidak ada unsur kejahatan dalam peristiwa tersebut.***(Eln)