bernasnews– Sebuah kecelakaan terjadi di Jalan Imogiri–Dlingo, Seropan, Muntuk, Dlingo, Bantul. Sebuah minibus hitam bernomor polisi AB 1873 AW mendadak oleng, keluar jalur, lalu terjun ke jurang pada Rabu (10/9/2025) sekitar pukul 07.15 WIB.
PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, menegaskan bahwa laporan masuk dari Unit Laka Polsek Dlingo tak lama setelah warga sekitar mendengar suara benturan keras dari arah jurang.
“Pengemudi selamat, tidak ada luka serius. Namun mobil mengalami kerusakan cukup parah setelah masuk jurang,” terang Iptu Rita.
Sopir bernama S, pria 51 tahun, seorang pedagang asal Prengacala, Karangampel, Indramayu, baru saja menempuh perjalanan jauh dari Cirebon menuju Playen, Gunungkidul.
Saat memasuki jalur menanjak dan berliku di Jalan Imogiri–Dlingo, rasa kantuk menyerangnya. Laju kendaraan tiba-tiba melebar ke kiri. Dalam hitungan detik, ban depan mobil keluar dari badan jalan. Sopir tak mampu lagi mengendalikan setir. Minibus warga Gunungkidul itu pun langsung terperosok dan terjun ke jurang.
Warga sekitar bergegas menuruni tebing curam untuk menolong korban. Sopir yang masih bisa berjalan tertatih berhasil dievakuasi ke jalan. Polisi bersama warga kemudian menarik kendaraan menggunakan alat berat. Proses itu memakan waktu berjam-jam karena medan licin dan jurang cukup dalam.
Meski sopir selamat tanpa luka serius, mobil mengalami kerusakan parah di bagian depan dan samping. Benturan keras membuat kaca pecah berantakan. Bagian bodi minibus ringsek tak berbentuk.
Iptu Rita menegaskan bahwa minibus warga Gunungkidul yang terjun ini menjadi peringatan keras bagi setiap pemudik maupun pengendara jarak jauh. Mengantuk di jalan merupakan penyebab fatal yang sering memicu kecelakaan tunggal.
“Kami imbau masyarakat yang melakukan perjalanan jauh untuk selalu beristirahat cukup. Jangan memaksakan diri saat mengantuk. Berhenti sejenak, tidur sebentar lebih baik daripada memaksakan laju kendaraan,” tegasnya.
Ia menambahkan, jalur Imogiri–Dlingo termasuk kawasan rawan kecelakaan. Tikungan tajam, tanjakan, dan jurang di sisi jalan sering menjebak pengemudi yang lalai. (ef linangkung)











