News  

Truk Pengangkut Batu Terjun ke Jurang di Kulon Progo, Rem Blong jadi Pemicu

Truk Pengangkut Batu Terjun ke Jurang di Kulon Progo/Foto: Polres Kulonprogo

bernasnews –Girimulyo mendadak berubah mencekam pada Senin pagi, 11 Agustus 2025. Sebuah truk pengangkut batu dengan nomor polisi G-1406-TF tiba-tiba meluncur tak terkendali, lalu terjun bebas ke jurang sedalam belasan meter.

Kecelakaan tunggal ini terjadi tepat pukul 10.00 WIB di wilayah Kutogiri, Kalurahan Sidomulyo, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo. Muatan batu berserakan di tengah jalan.

Kasi Humas Polres Kulon Progo, Iptu Sardjoko, mengungkapkan bahwa insiden bermula ketika truk Isuzu Hyno Elf yang dikemudikan H (33), warga Lendah, melaju dari arah utara menuju selatan. Saat memasuki jalur menurun yang berkelok tajam, kendaraan tersebut diduga mengalami rem blong. Dalam hitungan detik, laju truk menjadi tak terkendali.

Pengemudi berusaha keras menguasai kemudi, namun medan yang curam membuat usahanya sia-sia. Truk akhirnya oleng ke kiri dan menghantam tepi jalan sebelum terjun bebas ke jurang. Dentuman keras terdengar hingga radius ratusan meter, memecah ketenangan pagi di daerah perbukitan itu.

Warga sekitar yang mendengar suara benturan langsung berlari menuju lokasi. Mereka menemukan sang sopir dalam kondisi luka-luka, dengan pelipis kanan robek hingga memerlukan sembilan jahitan serta lecet pada tangan dan kaki kanan. Tim medis segera mengevakuasi korban ke RSUD Wates untuk mendapatkan perawatan intensif.

Sementara itu, kondisi truk mengalami kerusakan parah. Kabin dan bak dump ringsek nyaris tak berbentuk, menunjukkan betapa kerasnya benturan yang terjadi. Batu-batu muatan truk berserakan di dasar jurang, menambah kesulitan proses evakuasi.

Petugas kepolisian bersama warga kemudian berupaya mengevakuasi bangkai truk menggunakan alat berat. Jalan sempat ditutup sementara untuk menghindari kemacetan dan memastikan keselamatan pengguna jalan lain.

Iptu Sardjoko mengimbau para pengemudi yang melintasi jalur perbukitan Kulon Progo untuk selalu memeriksa kondisi rem dan kendaraan sebelum berangkat.

“Medan di sini menurun tajam dan berkelok. Sedikit kelalaian bisa berakibat fatal,” tegasnya. (ef linangkung)