News  

Diwarnai Hujan Ringan, BMKG DIY Ingatkan Warga soal Gelombang Tinggi di Perairan Selatan Yogyakarta

HUjan Ringan
HUjan Ringan

bernasnews– Pagi ini hujan ringan turun dari langit Daerah Istimewa Yogyakarta. Suasana lembap terasa menyelimuti setiap sudut kota, dari jalanan Malioboro hingga pesisir selatan Gunungkidul.

Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Lembaga tersebut merilis peringatan tegas mengenai potensi gelombang tinggi di perairan selatan Yogyakarta yang bisa mencapai 2,5 hingga 4 meter.

BMKG DIY mencatat cuaca pada Rabu (10/9) ini berlangsung dinamis. Sejak pagi, hujan ringan turun di Kulon Progo bagian selatan dan tengah, Bantul bagian selatan, Gunungkidul bagian selatan, Sleman bagian selatan, serta Kota Yogyakarta.

Memasuki siang hingga sore, intensitas hujan diprediksi meningkat. BMKG memperkirakan hujan ringan hingga sedang bakal mengguyur Kota Yogyakarta, Sleman, Kulon Progo bagian utara, Bantul bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara.

Malam hari, langit cenderung berawan, sementara pada dini hari, hujan ringan kembali berpotensi turun di wilayah pesisir selatan DIY.

Suhu udara berada di rentang 22–31 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 95 persen. Angin bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan maksimum 25 kilometer per jam.

Peringatan paling serius datang dari prakiraan tinggi gelombang laut. BMKG menyebut perairan Yogyakarta, terutama Samudra Hindia yang berbatasan langsung dengan pesisir Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul, sedang bergejolak.

Tinggi gelombang diperkirakan mencapai 4 meter, masuk kategori tinggi dan berpotensi membahayakan aktivitas nelayan maupun wisatawan di kawasan pantai.

“Gelombang tinggi di laut selatan DIY bisa terjadi kapan saja sepanjang hari ini. Nelayan dan wisatawan harus benar-benar waspada. Jangan menyepelekan peringatan ini,” tegas BMKG.

Ia juga menambahkan, meski hujan ringan yang turun terasa menyejukkan, risiko banjir lokal, genangan, serta jalanan licin tetap mengintai. Bagi pengendara sepeda motor dan mobil, kewaspadaan ekstra menjadi kunci keselamatan. (ef linangkung)