bernasnews– Libur panjang Maulid Nabi Muhammad saw. 2025 menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai lautan kendaraan. Sejak Kamis (4/9) hingga Sabtu (6/9), terjadi lonjakan arus kendaraan keluar-masuk wilayah ini, menandai ledakan kunjungan wisatawan.
Kasubdit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Ditlantas Polda DIY, AKBP Widya Mustikaningrum, merinci data lalu lintas yang melonjak signifikan.
- Kamis (4/9): 159.338 kendaraan masuk, 137.081 kendaraan keluar.
- Jumat (5/9): 172.627 kendaraan masuk, 139.190 kendaraan keluar.
- Sabtu (6/9) siang: 105.861 kendaraan masuk, 81.808 kendaraan keluar.
“DIY kembali menjadi magnet wisata. Gelombang kendaraan yang masuk menggambarkan besarnya minat masyarakat menghabiskan libur panjang di Yogyakarta,” ujar AKBP Widya, melansir dari kabarjawa.com, Sabtu (6/9/2025).
Arus kendaraan sebagian besar mengalir dari arah Jawa Tengah melalui jalur Tempel, Prambanan, dan Kulon Progo. Jalur lingkar utara hingga selatan padat dengan mobil pribadi, bus pariwisata, dan sepeda motor.
Kawasan ikonik seperti Malioboro, Keraton, hingga pantai selatan Gunungkidul dan Kulon Progo juga penuh dengan kendaraan berpelat luar daerah.
Lonjakan ini membuat aparat kepolisian bekerja lebih keras. Petugas lalu lintas menyebar di sejumlah titik rawan kemacetan, mulai dari perempatan ring road, simpang menuju Malioboro, hingga jalur menuju destinasi wisata populer.
“Kami mengerahkan personel untuk memastikan arus tetap lancar. Kami juga mengimbau pengendara agar mematuhi aturan dan menjaga keselamatan,” tegas AKBP Widya.
Selain mengurai kemacetan, Polda DIY juga fokus pada keselamatan pengguna jalan. Polisi berpatroli di jalur rawan kecelakaan, mengingatkan pengemudi agar tidak ugal-ugalan, serta mengimbau untuk beristirahat jika lelah.
“Kami mengingatkan seluruh masyarakat agar selalu waspada. Jangan paksakan diri saat lelah, dan pastikan kendaraan dalam kondisi prima sebelum melakukan perjalanan jauh,” pesannya.
Meski arus kedatangan masih berlangsung, kepolisian sudah menyiapkan strategi menghadapi puncak arus balik yang diperkirakan terjadi Minggu (7/9) malam hingga Senin (8/9) dini hari.
Rekayasa lalu lintas akan berlangsung di jalur keluar utama seperti Tempel, Prambanan, dan Sentolo untuk mencegah penumpukan kendaraan. Aparat berharap langkah ini bisa mengurangi kepadatan saat wisatawan kembali ke kota asal masing-masing.
Dengan kesiapan ini, Polda DIY optimistis libur panjang Maulid Nabi 2025 dapat berlangsung lancar meski terjadi lonjakan arus kendaraan.***(Eln)











