bernasnews– Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Yogyakarta International Airport (STAMET YIA) merilis prakiraan cuaca untuk Sabtu, 6 September 2025. Prediksi ini berlaku selama 24 jam penuh, mulai pukul 07.00 WIB hingga esok hari pada jam yang sama.
Pagi hari, langit hanya berhias awan tipis sehingga cahaya matahari tetap menembus dengan jelas. Siang hingga sore, awan menebal dan menutup sebagian langit, membuat suasana cenderung teduh. Malam hari, awan kembali meliputi atmosfer, lalu menjelang dini hari, kondisi berubah cerah berawan.
Suhu udara di DIY bergerak dinamis antara 22 hingga 33 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara bertahan di angka 65 hingga 95 persen. Angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan maksimum 30 kilometer per jam.
BMKG menegaskan bahwa perairan selatan Yogyakarta tengah menghadapi ancaman serius. Prediksi gelombang laut menggulung dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter. Angka ini masuk kategori tinggi dan berpotensi mengancam keselamatan nelayan, wisatawan, hingga aktivitas pelayaran.
“BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi gelombang tinggi yang terjadi di perairan selatan DIY. Nelayan diminta menunda keberangkatan bila kondisi tidak memungkinkan. Wisatawan pantai juga kami harap tidak berenang terlalu jauh ke laut,” terang prakirawan BMKG STAMET YIA dalam keterangannya.
Gelombang tinggi di perairan selatan Yogyakarta bukan fenomena sepele. Dalam catatan BMKG, kondisi ini sering dipicu oleh pola angin timuran yang kuat dan tekanan atmosfer yang membentuk gelombang besar. Jika tidak diantisipasi, peristiwa ini bisa menelan korban jiwa.
Peringatan dini dari BMKG akan mampu membuka mata semua pihak. Nelayan harus memikirkan keselamatan lebih dulu daripada hasil tangkapan. Pengelola wisata pantai harus meningkatkan pengawasan agar wisatawan tidak sembarangan bermain di bibir pantai. Aparat terkait juga meningkatkan patroli dan sosialisasi di kawasan rawan. (ef linangkung)











