News  

Ada Hujan Ringan, BMKG Himbau Warga untuk Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Selatan DIY Jumat (5/9) Ini

bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini yang tak bisa dipandang sebelah mata. Jumat, 5 September 2025, langit Yogyakarta memang tampak ramah dengan pagi yang cerah berawan, namun ancaman sesungguhnya justru mengintai di perairan selatan.

BMKG menegaskan gelombang tinggi berpotensi mengamuk hingga mencapai 4 meter dan bisa mengancam keselamatan nelayan maupun wisatawan.

Kondisi Cuaca Darat dan Laut DIY

Sejak dini hari, para petugas BMKG sudah memantau pergerakan angin yang melaju dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan mencapai 30 km/jam. Perubahan arah dan kekuatan angin inilah yang mendorong terbentuknya gelombang besar di lautan lepas.

BMKG menekankan, meski Sleman bagian utara hanya berpotensi diguyur hujan ringan pada siang hingga sore hari, perairan Yogyakarta harus menjadi perhatian utama karena masuk kategori gelombang tinggi berbahaya.

“Warga, khususnya nelayan dan wisatawan di kawasan pantai selatan DIY, kami minta untuk meningkatkan kewaspadaan. Kondisi laut bisa berubah drastis dan menimbulkan risiko kecelakaan,” demikian imbauan resmi BMKG melalui prakiraan cuaca harian.

BMKG mencatat suhu udara di DIY berkisar 22–33°C dengan kelembapan 65–95 persen. Kondisi ini membuat daratan Yogyakarta terkesan tenang: pagi cerah berawan, malam hanya berawan, dan dini hari kembali cerah berawan. Namun ketenangan di darat bukan cermin dari situasi di laut.

Gelombang laut yang mencapai 2,5–4 meter bisa datang tiba-tiba, menghantam perahu nelayan, bahkan menyeret wisatawan yang terlalu dekat dengan bibir pantai.

Kondisi ini seakan menjadi ironi: langit terlihat bersahabat, tetapi lautan diam-diam menyimpan amarah. BMKG menekankan bahwa potensi gelombang tinggi bukan sekadar peringatan rutin, melainkan ancaman nyata yang bisa mengorbankan nyawa jika diabaikan.

Ancaman untuk Nelayan dan Wisatawan

Di kawasan pantai selatan Yogyakarta, mulai dari Parangtritis, Depok, hingga Pantai Selatan Gunungkidul, aktivitas nelayan dan wisatawan masih terus berlangsung.

Para nelayan tetap menggantungkan hidup pada tangkapan laut, sementara wisatawan menikmati deburan ombak sebagai daya tarik utama. Namun kali ini, situasi bisa berubah tragis bila imbauan BMKG tidak dipatuhi.

Gelombang setinggi 4 meter dapat menghantam perahu kayu dengan keras hingga berpotensi menenggelamkan. Wisatawan pun tak luput dari bahaya. Ombak ganas bisa menyapu orang yang lengah saat berswafoto di karang atau bermain terlalu dekat dengan air.

BMKG menggarisbawahi, peringatan dini ini berlaku selama 24 jam penuh mulai pukul 07.00 WIB Jumat, 5 September 2025. Artinya, setiap aktivitas di pesisir selatan DIY wajib memperhitungkan kondisi ekstrem tersebut.

Masyarakat diminta untuk menunda perjalanan laut, sementara wisatawan diimbau untuk tidak berenang maupun mendekati area yang rawan terseret ombak.

Pihak berwenang di DIY, mulai dari Basarnas hingga SAR pantai, juga terus meningkatkan patroli dan pemantauan. Tujuannya jelas: mencegah korban jiwa akibat kelalaian atau keberanian yang tak pada tempatnya.