News  

Geger di Bantul, Remaja Loncat ke Sungai Diduga Coba Akhiri Hidup, Polisi Bergerak Cepat Selamatkan

Aparat Polres Bantul saat melakukan penanganan remaja yang loncat ke sungai di Jembatan Bolong. (Dok Polres Bantul)
Aparat Polres Bantul saat melakukan penanganan remaja yang loncat ke sungai di Jembatan Bolong. (Dok Polres Bantul)

bernasnews – Malam mencekam menyelimuti Jembatan Bolong, Bantul, Kamis, 4 September 2025 sekitar pukul 22.30 WIB. Seorang remaja tiba-tiba nekat melompat ke aliran sungai yang gelap, memicu kepanikan dan kegemparan warga sekitar.

Aksi dramatis ini segera tertangkap mata aparat kepolisian yang sedang patroli, sehingga nyawa remaja tersebut berhasil terselamatkan.

PS Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto, mengungkapkan bahwa kejadian bermula ketika Briptu Akhid dari Unit Reskrim tengah melaksanakan patroli rutin di kawasan Jembatan Bolong. Saat itu, ia mendapati seorang remaja tanpa identitas nekat menjatuhkan diri ke sungai.

“Briptu Akhid dengan sigap bertindak cepat, mengamankan remaja tersebut, lalu membawanya ke Polsek Kretek untuk mendapatkan pertolongan,” ujar Iptu Rita.

Identitas Remaja Terungkap

Namun, situasi tidak berjalan tenang. Sesampainya di Polsek Kretek, remaja itu terus berusaha melarikan diri dan sempat mengucapkan kalimat mengerikan, “Apakah saya sudah mati?” Ungkapan itu sontak membuat suasana semakin tegang.

Pihak kepolisian kemudian melakukan pemeriksaan identitas melalui Unit Ident. Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa remaja tersebut berinisial IDS, lahir di Bantul, 10 September 2004, berusia 20 tahun, beragama Islam, belum bekerja, dan beralamat di Kapanewon Imogiri, Bantul.

Setelah identitas diketahui, petugas segera menghubungi Polsek Imogiri untuk menyampaikan kabar kepada pihak keluarga. Namun, hingga Jumat, 5 September 2025 dini hari pukul 02.30 WIB, tidak ada satu pun anggota keluarga yang datang menjemput atau memberi kabar.

Situasi itu memaksa petugas piket yang terdiri dari Iptu Sugito (Pawas), Aiptu Timbul, dan Aiptu Johan mengantarkan langsung remaja tersebut ke Polsek Imogiri. Serah terima dilakukan dan diterima oleh KSPKT Polsek Imogiri, Aiptu Isdarmanto.

Polisi Imbau Keluarga Lebih Peduli

Kondisi mental remaja ini pun menjadi perhatian serius. Di Polsek Kretek, ia beberapa kali berusaha kabur, memperlihatkan tanda-tanda depresi mendalam. Polisi kini menunggu tindak lanjut pihak keluarga sekaligus memberikan pengawasan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi.

Peristiwa nekat ini menambah daftar panjang kasus percobaan akhiri hidup yang marak terjadi di kalangan remaja.

Para ahli kesehatan jiwa berulang kali mengingatkan bahwa depresi dan tekanan psikologis pada generasi muda sering berujung pada tindakan fatal bila tidak mendapat perhatian dari lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Polres Bantul pun mengimbau masyarakat untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis anak dan remaja di sekitar mereka. Dia berharap keluarga, lingkungan, dan masyarakat bersama-sama memberikan perhatian.

“Jangan biarkan mereka menghadapi masalah sendirian hingga memilih jalan yang salah,” tegas Iptu Rita.

Peristiwa dramatis di Jembatan Bolong ini menyadarkan banyak pihak bahwa kehadiran dan kepedulian keluarga merupakan benteng pertama mencegah tragedi. Sementara itu, IDS masih dalam pengawasan pihak kepolisian, menunggu uluran tangan keluarganya.