News  

BMKG Ingatkan Potensi Gelombang Tinggi di Perairan Selatan DIY, Nelayan Diminta Waspada

Prakiraan cuaca Yogyakarta Kamis, 4 September 2025. (BMKG)

bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat, terutama nelayan dan wisatawan pantai, agar mewaspadai potensi gelombang tinggi yang akan melanda perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Kamis, 4 September 2025.

Gelombang diperkirakan mencapai 2,5 hingga 4 meter, masuk dalam kategori tinggi dan berisiko besar bagi aktivitas laut.

BMKG menyampaikan peringatan dini ini melalui prakiraan cuaca resmi yang berlaku selama 24 jam, mulai pukul 07.00 WIB. Kondisi atmosfer di wilayah DIY diprediksi relatif stabil dengan cuaca cerah berawan pada pagi hingga sore hari, berawan di malam hari, dan kembali cerah berawan saat dini hari.

Suhu udara berkisar antara 21 hingga 33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara 65 hingga 95 persen. Sementara itu, angin bertiup dari Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan maksimum 30 kilometer per jam.

Ancaman di Laut Selatan DIY

Namun, di balik kondisi cuaca daratan yang relatif bersahabat, laut selatan DIY justru menyimpan ancaman berbahaya.

BMKG menegaskan gelombang tinggi berpotensi terjadi di sepanjang garis pantai selatan, mulai dari Kulon Progo hingga Gunungkidul. Kondisi ini berisiko mengganggu aktivitas nelayan tradisional, wisata bahari, bahkan kapal penyeberangan kecil.

“Gelombang laut diperkirakan mencapai 4 meter. Nelayan tradisional yang menggunakan perahu kecil sebaiknya menunda melaut sementara waktu demi keselamatan,” tegas prakirawan BMKG DIY dalam rilis resminya.

BMKG juga meminta wisatawan yang berkunjung ke pantai-pantai populer seperti Parangtritis, Baron, Kukup, hingga Glagah untuk meningkatkan kewaspadaan.

Aktivitas berenang, bermain di bibir pantai, atau mendekat ke karang sangat berbahaya ketika gelombang besar menghantam. Fenomena rip current atau arus balik kuat juga berpotensi menyeret pengunjung hingga ke tengah laut.

Antisipasi dan Keselamatan

Peringatan dini ini hadir di tengah meningkatnya aktivitas wisata di pesisir selatan DIY. Ribuan wisatawan setiap harinya mendatangi pantai untuk menikmati panorama laut.

Jika gelombang tinggi benar-benar terjadi, potensi kecelakaan laut bisa meningkat tajam.

BMKG menegaskan, langkah antisipasi lebih baik dilakukan sejak dini. Nelayan diminta memperhatikan informasi cuaca sebelum berangkat melaut, sementara aparat SAR, BPBD, dan pengelola wisata pantai diimbau memasang tanda peringatan serta menyiagakan tim pengawas di lokasi rawan.

Gelombang tinggi di perairan selatan DIY memang bukan fenomena baru. Karakter Samudra Hindia yang langsung berhadapan dengan pantai menjadikan wilayah ini rentan terhadap hempasan ombak raksasa.

Perubahan arah angin dan kecepatan yang meningkat menjadikan risiko semakin besar, terutama di musim peralihan.