bernasnews – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluarkan peringatan dini cuaca pada Selasa, 2 September 2025.
Masyarakat DIY diminta meningkatkan kewaspadaan karena meski hanya ada potensi hujan ringan, BMKG mencatat adanya gelombang laut tinggi di perairan Yogyakarta yang bisa mencapai 2,5 hingga 4 meter.
BMKG menegaskan prakiraan ini berlaku 24 jam penuh sejak pukul 07.00 WIB. Situasi cuaca tampak biasa saja pada pagi hari, namun dinamika atmosfer bisa berubah cepat dan menimbulkan risiko besar bagi aktivitas warga, khususnya nelayan dan wisatawan pantai.
Cuaca Pagi hingga Malam Hari
Pada pagi hari, langit Yogyakarta diperkirakan cerah berawan. Suasana ini sering membuat masyarakat lengah, seolah tidak ada tanda bahaya.
Namun, di balik ketenangan langit, laut justru menyimpan ancaman. Angin dari timur–selatan bergerak dengan kecepatan maksimum 30 km/jam dan mendorong gelombang tinggi di sepanjang pesisir selatan Yogyakarta.
Memasuki siang hingga sore, BMKG mencatat adanya potensi hujan ringan. Hujan diprediksi turun di beberapa wilayah, antara lain Sleman, Kota Yogyakarta, Kulon Progo bagian utara-tengah, Gunungkidul bagian utara-selatan, serta Bantul bagian utara.
Saat malam menjelang, hujan ringan kembali mungkin turun di Sleman bagian utara dan Kulon Progo utara-tengah, sementara wilayah lain cenderung berawan.
Kondisi udara terasa lembap, dengan kelembapan berkisar 65 hingga 98 persen, sementara suhu udara berada di rentang 22 hingga 32 derajat Celcius.
Laut Bergolak, Nelayan Diminta Tunda Melaut
Yang paling ditekankan BMKG bukan hanya hujan ringan, melainkan ancaman gelombang tinggi di Samudera Hindia selatan Yogyakarta. Gelombang setinggi 4 meter bisa menghantam kapal nelayan dan mengancam keselamatan wisatawan yang beraktivitas di pantai.
BMKG meminta masyarakat, khususnya nelayan tradisional, pelaku wisata pantai, hingga pengelola kapal wisata, untuk menunda aktivitas di laut sampai kondisi aman. Wisatawan juga diminta tidak berenang terlalu jauh ke laut, apalagi mendekati kawasan dengan ombak besar.
BMKG menegaskan bahwa prakiraan ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk menyelamatkan warga.
Cuaca tropis di Yogyakarta memang kerap berubah cepat. Hujan ringan bisa datang tanpa tanda, angin bisa bertiup lebih kencang dari biasanya, dan gelombang bisa tiba-tiba membesar.
Peringatan dini yang dikeluarkan BMKG merupakan alarm keselamatan.












