bernasnews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) DIY kembali mengingatkan masyarakat agar tetap waspada menghadapi perubahan cuaca ekstrem.
Meski hujan yang turun pada Kamis, 28 Agustus 2025 masih dalam kategori ringan hingga sedang, peringatan dini justru muncul dari arah laut.
BMKG memprediksi gelombang tinggi akan menghantam perairan selatan Yogyakarta dengan ketinggian mencapai 2,5 hingga 4 meter.
Prakiraan Cuaca Wilayah DIY
BMKG menyampaikan prakiraan cuaca wilayah DIY yang berlaku selama 24 jam mulai pukul 07.00 WIB. Cuaca pagi hari diperkirakan diwarnai hujan ringan di Sleman bagian utara dan tengah, Kulon Progo, Bantul, serta Gunungkidul bagian selatan.
Saat siang hingga sore, intensitas hujan meningkat dengan potensi hujan ringan hingga sedang di Sleman, Kulon Progo bagian utara, Gunungkidul bagian utara, Kota Yogyakarta, serta Bantul bagian utara.
Memasuki malam, langit diprediksi berawan, lalu dini hari kembali turun hujan ringan di Kulon Progo, Bantul, dan Gunungkidul bagian selatan.
Suhu udara berkisar antara 21 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan 55–90 persen. Sementara itu, angin bertiup dari Timur Laut hingga Selatan dengan kecepatan maksimum 30 kilometer per jam. Kondisi ini memperkuat potensi terbentuknya gelombang tinggi di perairan selatan Yogyakarta.
Peringatan Gelombang Tinggi
BMKG DIY menegaskan, tinggi gelombang laut di perairan Yogyakarta masuk kategori tinggi, yakni antara 2,5 hingga 4 meter. Peringatan dini ini ditujukan khusus bagi nelayan, wisatawan pantai, serta pelaku aktivitas maritim lainnya.
Gelombang dengan ketinggian tersebut mampu menghempas kapal berukuran kecil, bahkan mengancam keselamatan bila aktivitas laut tetap dilakukan tanpa perhitungan matang.
“Masyarakat harus berhati-hati, terutama yang berencana melakukan aktivitas di laut. Kami imbau nelayan menunda pelayaran jika tidak mendesak,” ungkap BMKG DIY dalam keterangannya.
Peringatan gelombang tinggi ini seakan menjadi alarm bagi masyarakat pesisir DIY. Warga pantai selatan di Kulon Progo, Bantul, hingga Gunungkidul diminta tetap waspada terhadap potensi gelombang pasang yang bisa menyeret benda di sekitar bibir pantai. Wisatawan pun diimbau tidak bermain terlalu dekat dengan garis ombak.
Meski hujan masih tergolong ringan, dinamika atmosfer yang dipicu angin dari arah timur laut hingga selatan bisa memicu gelombang besar yang berbahaya.
BMKG menekankan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu ini.











