News  

Teror Lelaki Perlihatkan Kelamin Hantui Perempuan di Playen Gunungkidul, Polisi Buru Pelaku Penyimpangan Seksual

bernasnews– Warga Kapanewon Playen, Gunungkidul, gempar  dengan aksi cabul seorang pria misterius. Peristiwa itu terjadi di Jalan Manthous, Kapanewon Playen, pada Selasa pagi (26/8/2025). Aksi memalukan tersebut kini menyisakan trauma mendalam bagi korban sekaligus menimbulkan keresahan luas di masyarakat.

Korban, sebut saja Melati (23), awalnya hanya berniat membuang sampah di depan sebuah toko tempat ia bekerja sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, ia melihat seorang pria mengendarai sepeda motor dan berhenti tidak jauh dari lokasi. Melati tidak menaruh curiga sedikit.

Namun, saat Melati sedang sibuk dengan aktivitasnya, pria itu justru mendekat perlahan dengan sepeda motornya. Melati yang menoleh ke arahnya tiba-tiba terkejut. Pria tersebut nekat membuka celananya dan memperlihatkan alat kelamin secara terang-terangan.

“Saya kaget dan takut, saya langsung teriak memanggil teman saya, tapi teman saya tidak kunjung datang. Saya benar-benar syok,” ungkap Melati usai kejadian, Selasa siang.

Menurut kesaksian korban, pelaku mengendarai sepeda motor Honda Beat karbu berwarna putih. Ia menutupi wajah dengan helm, masker, dan jaket hitam sehingga sulit dikenali. Begitu aksinya diketahui, pelaku langsung tancap gas melarikan diri ke arah utara menuju Tugu Tobong.

Aksi pelecehan seksual di ruang publik itu membuat korban trauma berat. Melati berharap pihak kepolisian segera menangkap pelaku agar tidak ada lagi perempuan lain yang menjadi korban serupa.

“Saya ingin pelaku segera ditangkap. Jangan sampai ada perempuan lain yang menjadi korban seperti saya,” ujarnya dengan nada penuh ketakutan.

Kapolsek Playen, AKP Sofyan Susanto, menegaskan pihaknya tidak tinggal diam. Polisi sudah mengantongi ciri-ciri pelaku berdasarkan keterangan korban dan segera melakukan penyelidikan intensif.

“Kami sudah menurunkan anggota untuk menyelidiki kasus ini. Pelaku sangat meresahkan. Kami akan buru sampai dapat,” tegas AKP Sofyan.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan di sekitar lingkungan mereka. Aksi ekshibisionisme semacam ini, meski terlihat sepele bagi sebagian orang, sebenarnya tergolong serius karena berpotensi berkembang menjadi tindak kekerasan seksual yang lebih parah.

Kabar mengenai aksi bejat itu cepat menyebar di kalangan warga Playen. Banyak perempuan mengaku cemas dan enggan bepergian sendirian, terutama di pagi hari saat jalan masih sepi. Beberapa warga bahkan berinisiatif meningkatkan ronda untuk memantau lingkungan.

“Kami resah sekali. Perempuan di sini jadi takut keluar rumah sendirian. Harapannya polisi segera menangkap pelaku,” ujar Sulastri, seorang warga setempat.

Masyarakat kini mendesak aparat penegak hukum bertindak cepat dan tegas. Petugas harus segera menangkap pelaku agar rasa aman warga Playen, khususnya kaum perempuan, dapat pulih kembali. (ef linangkung)