bernasnews – Langit cerah berawan akan menyelimuti sebagian besar wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta pada Kamis, 14 Agustus 2025. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi Sleman bagian utara akan diguyur hujan ringan pada siang hingga sore hari.
Meski hujan ini diperkirakan hanya sebentar, masyarakat diminta tetap waspada, terutama mereka yang beraktivitas di laut selatan.
BMKG melaporkan cuaca pagi hari di seluruh DIY akan cenderung cerah berawan. Suhu udara akan berada pada kisaran 20–32°C dengan kelembapan relatif tinggi, yakni 55–95%.
Angin bertiup dari timur hingga selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 30 km/jam. Kondisi ini akan terasa cukup nyaman bagi aktivitas luar ruangan, namun tetap menyimpan potensi perubahan cuaca yang cepat.
Potensi Hujan di Sleman Utara
Memasuki siang hingga sore hari, awan-awan tebal diprediksi menumpuk di wilayah Sleman bagian utara. BMKG memproyeksikan hujan ringan akan turun, membasahi permukiman hingga lahan pertanian.
Hujan ini bisa menjadi penyegar setelah beberapa hari terakhir DIY dilanda panas terik, tetapi juga berpotensi membuat jalan licin.
Pada malam dan dini hari, seluruh wilayah DIY akan kembali berada dalam kondisi berawan. Udara malam akan terasa lembap dan agak dingin, terutama di dataran tinggi.
Suhu pada rentang 20°C akan membuat udara terasa sejuk hingga menusuk bagi mereka yang beraktivitas di luar rumah.
Peringatan Gelombang Tinggi di Laut Selatan
Di balik cuaca daratan yang relatif bersahabat, ancaman besar justru datang dari laut. BMKG memberi peringatan dini gelombang tinggi di perairan selatan Yogyakarta.
Tinggi gelombang diperkirakan berada pada kisaran 2,5–4,0 meter, masuk kategori tinggi yang berbahaya bagi pelayaran kapal nelayan maupun wisata bahari.
Gelombang raksasa ini berpotensi memukul garis pantai dengan tenaga besar. BMKG meminta nelayan tradisional, pengelola wisata pantai, dan wisatawan untuk menunda aktivitas yang terlalu dekat dengan ombak.
Aktivitas memancing, berenang, atau bermain di bibir pantai dapat berubah menjadi tragedi jika mengabaikan peringatan ini.
“Masyarakat harus mengutamakan keselamatan. Gelombang tinggi bisa datang tiba-tiba, tanpa memberi waktu untuk menghindar. Nelayan sebaiknya menunda melaut hingga kondisi kembali aman,” tegas BMKG.
Hujan ringan di Sleman utara pada Kamis siang mungkin akan menjadi kabar menyenangkan bagi petani, namun peringatan gelombang tinggi di Laut Selatan jelas tidak bisa dianggap enteng.
BMKG mengimbau seluruh warga DIY untuk memantau informasi cuaca secara berkala agar dapat mengambil langkah antisipasi lebih awal.












