bernasnews — Gebyar TJSP (Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) Merdeka tahun 2025 adalah salah satu dari rangkaian peringatan HUT Ke-80 RI dan merupakan pelaksanaan yang ke 4 sejak tahun 2022 yang lalu. Gebyar TJSP setiap tahunnya semakin berkembang dan meningkat untuk merangkul perusahaan – perusahaan yang memberikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Hal itu disampaikan oleh Ketua Forum TJSP kabupaten Sleman Edy Nugroho, Plt. Direktur PDAM Sleman dalam sambutan dan laporannya, bahwa di tahun 2022 TJSP bisa merangkul sebanyak 21 perusahaan yang berpartisipasi dengan memberikan bantuan sebesar Rp 600 juta lebih.
“Sedangkan pada tahun 2023 perusahaan yang berpartisipasi meningkat menjadi 27 perusahaan di Kabupaten Sleman dengan total lebih dari Rp 2 Milyar. Meningkat lagi di tahun 2024, perusahaan yang ikut partisipasi sebanyak 37 perusahaan dengan total bantuan yang disalurkan lebih dari Rp 4 Milyar,” beber Edy Nugroho.
Pada tahun 2025 ini, lanjut Edy Nugroho, terdapat 49 perusahaan yang berpartisipasi dengan ragam bantuan yang bervariasi mulai dari sembako, bantuan peralatan, modal usaha bagi difabel, bea siswa mulai dari SD sampai denganPerguruan Tinggi, bantuan infrastruktur, pengadaan sarpras dan peralatan untuk pengelolaan sampah, penanganan stunting dan yang lainnya.
“Dibandingkan tahun sebelumnya pada tahun ini semakin banyak perusahaan yang berpartisipasi dan lebih banyak bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Jumlah bantuan TJSP terus meningkat dari tahun ke tahun. Tahun 2024 ada 37 perusahaan berpartisipasi dengan total bantuan sebesar Rp 4,6 Milyar (150 paket). Sedangkan pada tahun 2025 ini ada 49 perusahaan yang berpartisipasi, dengan jumlah total bntuan sebesar Rp 4,8 Milyar (197 paket) naik 20%.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Danang Maharsa juga mengungkapkan bahwa keperdulian sosial dari perusahaan kepada masyarakat meningkat. Menurut Danang, ini sangat membantu progam dari masyarakat yang mungkin belum bisa tercover oleh pemerintah.
“Kerjasama ini harus kita jaga dan kita tingkatkan, dalam rangka menjadi sinergi antara pemerintah dan perusahaan yang ada di Kabupaten Sleman,” tegas Danang.
“Untuk stunting dan kemiskinan juga merupakan prioritas sesuai instruksi dari pemerintah pusat. Pasalnya masuk kategori penilaian penyimpangan progam pemerintah daerah dan merupakan masalah yang harus diturunkan angkanya di Sleman ini,” lanjutnya.
Danang juga berharap dan mengajak agar perusahaan yang belum bergabung dalam progam TJSP untuk ikut bergabung agar nantinya bisa bersama – sama bersinergi dan membangun. “Juga meringankan progam pemerintah dengan terlibat dalam progam TJSP ini,” pungkas Danang Maharsa. (nun)












