News  

HUT ke-80 RI, Semangat Penyintas Stroke Yogyakarta Menggema di Plaza Balai Kota

Peringatan HUT ke-80 RI, Pemkot Yogyakarta apresiasi perjuangan penyintas stroke di Plaza Balai Kota Yogyakarta. (Dok Pemkot Yogyakarta)

bernasnews – Semangat juang para penyintas stroke menggema di Plaza Balai Kota Yogyakarta, Minggu, 10 Agustus 2025. Dalam suasana peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, hadir membersamai Komunitas Penyintas Stroke Yogyakarta.

Kehadirannya bukan sekadar formalitas, melainkan wujud dukungan moral yang mengalir tulus bagi mereka yang terus berjuang melawan keterbatasan fisik.

Wawan menyapa satu per satu anggota komunitas dengan senyum hangat. Ia menegaskan, keberadaan Komunitas Penyintas Stroke memegang peran penting untuk menularkan semangat dan inspirasi kepada masyarakat luas.

“Bapak Ibu di sini menginspirasi kami dengan semangat juang luar biasa. Bertahan, berusaha pulih, dan kembali beraktivitas adalah kemenangan besar yang patut dibanggakan,” ujarnya.

Wawan menekankan bahwa penyakit stroke bukanlah vonis akhir kehidupan. Ia memaparkan, dengan semangat pantang menyerah, dukungan penuh keluarga, dan perawatan medis yang tepat, para penyintas mampu pulih dan kembali menapaki kehidupan seperti sediakala.

“Perjuangan yang dijalani penyintas dan keluarga sungguh luar biasa. Optimisme itu harus terus dibagikan. Banyak yang berhasil pulih dan kembali produktif, itu bukti bahwa harapan selalu ada,” terangnya.

Dukungan Sosial dan Harapan ke Depan

Wawan mengingatkan pentingnya perawatan menyeluruh. Ia menegaskan, dukungan sosial dan emosional dari keluarga, sahabat, dan masyarakat menjadi penopang utama dalam proses pemulihan.

“Kami dari Pemkot menekankan pentingnya pendampingan emosional dan psikologis. Rutinlah memantau kesehatan, jaga pola makan, dan jangan abaikan latihan fisik ringan,” imbuhnya.

Wakil Wali Kota berharap gerakan peduli penyintas stroke semakin meluas, sehingga tak ada lagi yang merasa berjuang sendirian. Peringatan HUT RI kali ini bukan hanya perayaan kemerdekaan bangsa, tetapi juga perayaan kemerdekaan jiwa bagi mereka yang telah merdeka dari rasa putus asa.

Perwakilan Komunitas Penyintas Stroke Yogyakarta, Aris Kusdarnanto, menceritakan perjalanannya. Ia mengungkap, sejak divonis stroke pada 2022, perjuangannya tidak mudah. Namun, lewat komunitas ini, ia menemukan kembali alasan untuk tersenyum.

“Saya bersyukur bisa berbagi asa dan kegembiraan dengan sesama penyintas, juga para caregiver yang selalu setia mendampingi. Ini sudah kegiatan kami yang keenam. Semoga dukungan ini tidak pernah pudar,” ujarnya. (Eln)