bernasnews – Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) DIY menginisiasi acara jalan sehat bertemakan “Greater Than Stroke” dalam rangka memperingati Hari Stroke Sedunia, 29 Oktober. Acara ini berlangsung mulai dari Teras 2 Malioboro hingga ke titik 0 Km Yogyakarta, Selasa (29/10/2024) pukul 07.0 – 10.00 WIB. Banyak peserta yang antusias mengikuti acara ini.
Wakil Ketua DPRD DIY Umaruddin Masdar, S.Ag. menyatakan bahwa Yogyakarta menduduki angka stroke tertinggi nasional. Kita harus serukan perang semesta melawan stroke. Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Yastroki DIY dan semua yang hadir pada acara jalan sehat itu atas semangat dan kepedulian mereka melawan stroke.
“Pemerintah pasti akan mengeluarkan dana besar untuk mengatasi berbagai penyakit. Laporan dari Kementerian Keuangan tiap tahunnya menunjukkan bahwa pemerintah mengeluarkan dana sebesar 35 triliun rupiah untuk mengatasi berbagai penyakit tidak menular. Kita harus menjadikan Jogja Istimewa, bukan hanya istimewa orangnya, namun istimewa juga kesehatannya,” tambah Masdar menjawab pertanyaan.
Ketua Yastroki DIY Dr. Paryono berharap untuk mewaspadai stroke dengan tidak begadang, rajin berolahraga, dan menjaga pola kesehatan. Pemerintah telah menerapkan kebijakan yang luar biasa, khususnya dalam bidang kuratif atau pelayanan kesehatan.
“Di DIY sudah ada pusat pelayanan stroke, di antaranya Rumah Sakit Dr. Sardjito, Rumah Sakit Bethesda, Rumah Sakit Panti Rapih, serta rumah sakit lain yang memiliki fasilitas CT scan. Pemerintah telah membuat kebijakan untuk pelayanan trombolisis. Jika terkena stroke, masyarakat diimbau agar segera ke rumah sakit dalam waktu kurang dari 4,5 jam untuk mendapatkan terapi trombolisis, yang merupakan terapi terbaik untuk menahan stroke dan menghindari kecacatan,” kata dia.
Dia menambahkan, pasien yang sudah mendapatkan terapi trombolisis Insya Allah 90% dapat terhindar dari kecacatan karena belum terjadi kerusakan otak yang permanen. Dia mengajak kita semua untuk menyebarkan informasi ini kepada siapa pun yang terkena stroke agar segera dilarikan ke rumah sakit yang memiliki CT scan secepatnya.
Seorang anggota Yastroki DIY Nardi juga menyampaikan pentingnya dukungan bagi para penyintas stroke. Banyak sekali orang yang kena stroke harus kita support agar tidak patah semangat dan yang tidak kena agar menjaga diri dan menjaga pola hidup sehat agar tidak terkena stroke.
“Saya sudah dua tahun bergabung dengan Yastroki DIY yang membawa kegembiraan bagi kami. Semoga Yastroki akan selalu ada dan kami mendapat lebih banyak dukungan dari pemerintah dan masyarakat lainnya,” ungkapnya.
Acara Yastroki DIY ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan dan penanganan stroke, serta menginspirasi banyak orang untuk menjaga kesehatan mereka. (mar/Ahmad Charisun/Davi Mulya).












