News  

Gelombang Tinggi Masih Mengancam Pantai Selatan DIY, Suhu Udara Kian Terik Sabtu Ini

Suhu Udara Sabtu/Foto: BMKG

bernasnews – Cuaca ekstrem terus menebar ancaman di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sabtu (26/7/2025) ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang tinggi yang membayangi perairan selatan.

BMKG Yogyakarta menyampaikan prakiraan cuaca yang berlaku mulai pukul 07.00 WIB hingga Minggu (27/7) pagi. Pagi hari, langit Yogyakarta terlihat cerah berawan. Namun, suasana panas tetap mendominasi.

Memasuki siang hingga sore hari, BMKG memprediksi hujan ringan akan mengguyur beberapa wilayah. Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul bagian utara, Kulon Progo bagian utara, dan Gunungkidul bagian utara berpotensi diguyur hujan meski durasinya singkat.

Suhu udara akan bertahan di kisaran 22 hingga 32 derajat Celsius dengan kelembapan 60 hingga 95 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 25 kilometer per jam.

BMKG juga menegaskan bahwa gelombang laut di perairan selatan Yogyakarta masih berada dalam kategori tinggi. Ketinggian gelombang berkisar antara 2,5 hingga 4 meter. Kondisi ini akan terus mengancam aktivitas pelayaran, perahu nelayan tradisional, hingga wisatawan.

Petugas prakirawan BMKG Yogyakarta meminta para nelayan dan pelaku wisata bahari untuk tetap waspada. Mereka mengimbau nelayan tidak memaksakan diri melaut. BMKG juga mengingatkan pengunjung pantai untuk menghindari aktivitas di area berbahaya.

“Gelombang tinggi bisa muncul tiba-tiba. Kami meminta masyarakat berhati-hati,” tegas petugas BMKG melalui pernyataan resminya.

Sementara itu, pedagang di kawasan Pantai Parangtritis mengaku pasrah menghadapi ancaman gelombang tinggi yang terus datang sejak awal pekan. Mereka menutup sebagian lapak karena takut air laut meluber hingga area parkir.

Di Pantai Baron Gunungkidul, beberapa perahu nelayan tampak terparkir rapi di tepi dermaga karena pemiliknya memilih menunggu cuaca membaik.

BMKG menegaskan potensi gelombang tinggi ini akan terus terjadi dalam beberapa hari ke depan. Cuaca panas di pagi hingga siang hari akan semakin memperkuat tiupan angin laut.

Dengan suhu udara semakin terik dan gelombang laut yang mengganas, BMKG mengingatkan warga DIY untuk tidak menyepelekan prakiraan cuaca. Mereka menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama di tengah ancaman cuaca ekstrem. (ef linangkung)