News  

Suhu Dingin Bertahan di Yogyakarta, BMKG Sebut Gelombang Laut Sudah Stabil

Angin dingin masih menerpa DIY, warga diminta waspada cuaca mendadak. (BMKG)

bernasnews – Warga Daerah Istimewa Yogyakarta kembali merasakan dinginnya udara pagi yang menusuk tulang. Meski gelombang tinggi di pantai selatan telah mereda, suhu udara yang rendah masih membekap wilayah ini sejak dini hari.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mencatat suhu udara berkisar antara 19 hingga 30 derajat Celsius, dengan kelembapan mencapai 91 persen. Pada pagi hari, langit cerah berawan menyambut warga DIY.

Sementara itu, siang hingga sore diprediksi akan terjadi hujan ringan di Sleman bagian utara, meski tidak berdampak besar terhadap aktivitas warga.

BMKG memperkirakan angin dari timur laut hingga tenggara bertiup cukup kencang, dengan kecepatan maksimal 30 kilometer per jam. Hal ini menambah sensasi dingin yang dirasakan warga, terutama pada malam hingga dini hari ketika langit kembali cerah berawan.

Gelombang Laut Normal, Suhu Dingin Masih Berlangsung

Kondisi laut selatan Yogyakarta saat ini berada pada kategori gelombang sedang, dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter. Ini menjadi kabar baik setelah sebelumnya kawasan pantai sempat dihantui gelombang tinggi.

Meski begitu, BMKG tetap meminta nelayan dan wisatawan agar waspada terhadap potensi gelombang yang bisa muncul sewaktu-waktu.

Fenomena dingin ini, menurut BMKG, masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Angin timuran dari Australia membawa udara dingin dan kering ke wilayah DIY, menyebabkan suhu minimum bisa turun hingga 18 derajat Celsius, terutama di dataran tinggi.

Sejumlah warga mengeluhkan udara dingin yang membuat aktivitas pagi terasa lebih berat. “Dingin sekali pagi ini, saya harus pakai jaket tebal dan kaos kaki,” ujar Sunarti, penjual sarapan di Giwangan.

Petani di Sleman utara juga mulai merasakan dampaknya pada pertumbuhan tanaman hortikultura. Meski demikian, mereka tetap bersyukur karena aktivitas melaut kembali normal berkat stabilnya kondisi gelombang laut.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondisi tubuh dan memantau prakiraan cuaca resmi. Cuaca yang berubah mendadak dan suhu rendah bisa memengaruhi stamina, terutama bagi warga yang banyak beraktivitas di luar ruangan.