Naskah Khutbah Jumat 25 Juli 2025: Meraih Keberkahan di Akhir Bulan Muharram

Ilustrasi naskah khutbah Jumat, 28 November 2025 (Pixabay.com)

bernasnews – Naskah khutbah Jumat 25 Juli 2025 yang bisa menjadi referensi khatib. Umat Islam khususnya laki-laki dianjurkan melaksanakan ibadah sholat Jumat.

Namun, masyarakat juga dapat mendengarkan khutbah di hari Jumat. Tidak hanya sekedar mendengarkannya tetapi juga mengamalkan berbagai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.

Mukadimah

الحَمْدُ للهِ الَّذِيْ خَلَقَ الزَّمَانَ وَفَضَّلَ بَعْضَهُ عَلَى بَعْضٍ فَخَصَّ بَعْضَ الشُّهُوْرِ وَالأَيَّامِ وَاللَّيَالِي بِمَزَايَا وَفَضَائِلَ يُعَظَّمُ فِيْهَا الأَجْرُ وَالحَسَنَاتُ.

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، الدَّاعِي بِقَوْلِهِ وَفِعْلِهِ إِلَى سَبِيلِ الرَّشَادِ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menciptakan waktu dan menetapkan keutamaannya secara beragam. Ada hari-hari dan bulan-bulan tertentu yang memiliki keistimewaan tersendiri dalam pandangan agama.

Dalam khutbah Jumat hari ini, marilah kita merenungi bersama tentang makna dan keutamaan akhir Bulan Muharram, serta bagaimana seharusnya seorang Muslim memanfaatkan waktu yang tersisa di bulan yang mulia ini.

Keutamaan Bulan Muharram: Bulan Haram yang Dimuliakan

Kita semua menyadari bahwa Muharram bukanlah bulan biasa. Ia merupakan salah satu dari empat bulan haram yang dimuliakan dalam Islam, sebagaimana tertuang dalam firman Allah Surat At-Taubah ayat 36:

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ

Artinya: “Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus.”

Empat bulan haram yang disebut dalam ayat tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh, menjaga diri dari perbuatan dosa, dan menjauhi segala bentuk kezaliman. Karena keutamaannya, Bulan Muharram juga kerap disebut sebagai “Syahrullah” atau “bulan Allah.”

Menyongsong Bulan Safar dengan Amal Shalih

Jamaah yang dirahmati Allah,

Saat ini kita berada di penghujung Bulan Muharram 1447 Hijriah. Tidak lama lagi kita akan memasuki Bulan Safar. Maka momen ini adalah kesempatan emas bagi kita semua untuk mengevaluasi diri, memperbaiki amal, dan meneguhkan komitmen dalam ketaatan kepada Allah.

Bulan Muharram bukan hanya awal tahun hijriah, tetapi juga awal bagi peningkatan spiritual kita. Waktu-waktu seperti ini sejatinya bukan hanya untuk menandai perubahan kalender, namun juga untuk memperbaharui tekad, memperkuat iman, dan memperbanyak amal kebaikan seperti puasa sunnah, bersedekah, memperbanyak zikir, dan mempererat hubungan sosial.

Kalender Hijriah: Makna di Balik Perjalanan Waktu

Jamaah sekalian,

Kalender hijriah tidak hanya menjadi sistem penanggalan, namun juga mengandung nilai-nilai spiritual yang dalam. Berbeda dengan kalender masehi yang berdasar pada peredaran bumi terhadap matahari (syamsiyah), kalender hijriah didasarkan pada peredaran bulan mengelilingi bumi (qamariyah).

Islam tidak memandang waktu sebagai fenomena netral. Ada bulan-bulan yang dinilai lebih istimewa dan memiliki nilai spiritual yang tinggi, sebagaimana bulan-bulan haram tadi. Oleh karena itu, waktu dalam pandangan Islam adalah sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sekadar penanda hari demi hari yang berlalu begitu saja.

Akhir Muharram: Momentum Menjaga dan Meningkatkan Takwa

Hadirin yang berbahagia,

Sebagaimana kita berada di ujung Bulan Muharram, ini adalah momen penting untuk meneguhkan kembali nilai ketakwaan kita. Takwa adalah jalan keselamatan dunia dan akhirat. Ia tidak cukup hanya diucapkan, namun harus diwujudkan dalam tindakan nyata: taat kepada Allah, meninggalkan larangan-Nya, dan menjadikan setiap detik kehidupan sebagai ladang amal.

Mari kita gunakan hari-hari terakhir di bulan ini untuk memperbanyak amal baik. Jangan sia-siakan waktu. Bersedekah, memperbaiki hubungan dengan sesama, menyantuni anak yatim, memperbanyak istighfar, serta menjalankan sunnah-sunnah Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah langkah yang akan mendekatkan kita kepada ridha-Nya.

Doa dan Harapan

Jamaah yang dimuliakan,

Marilah kita jadikan akhir Bulan Muharram ini sebagai awal baru untuk kehidupan yang lebih bertakwa. Semoga Allah memberikan kita kekuatan untuk terus istiqamah dalam kebaikan, menjauhkan kita dari maksiat, dan menjadikan kita sebagai hamba-hamba yang diridhai-Nya.

اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَسْتَمِعُونَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُونَ أَحْسَنَهُ، وَاجْعَلْ آخِرَ كَلَامِنَا فِي الدُّنْيَا لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللهِ.

وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْـحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

Khutbah Jumat 25 Juli 2025 ini mengajak kita untuk tidak menyia-nyiakan sisa waktu di Bulan Muharram. Marilah kita isi dengan semangat ibadah dan memperbaiki diri.

Semoga kita semua tergolong orang-orang yang memuliakan waktu, mencintai Allah, dan mencintai Rasulullah, serta dijauhkan dari perbuatan zalim dan sia-sia. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Walillahil Hamd.

***