bernasnews – ASP (20), pemuda asal Padukuhan Budegan I, Kalurahan Piyaman, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, tidak pernah menyangka perjalanan malamnya berubah menjadi teror menakutkan.
Pada Rabu (23/07/2025) sekitar pukul 21.30 WIB, ia menjadi korban aksi begal brutal yang terjadi di kawasan Stadion Gelora Handayani, Kalurahan Wonosari, Gunungkidul.
ASP awalnya mengendarai sepeda motor dari arah selatan menuju utara dengan kecepatan pelan. Ia menatap jalanan gelap dengan hati-hati sambil menahan kantuk.
Ketika melewati depan Warmindo, matanya menangkap dua sepeda motor yang melaju pelan di tengah jalan. Ia menghela napas dan memutuskan menyalip kedua kendaraan tersebut.
Tanpa menunggu lama, ASP memutar gas dan menyalip motor NMax berplat AD dan motor Scoopy yang berada di depannya. Namun, bukannya melanjutkan perjalanan dengan tenang, ASP justru mendengar umpatan kasar yang meluncur tajam dari salah satu pengendara motor yang ia dahului.
“Saya menyalip dua motor itu. Tiba-tiba saya dimaki dengan kata-kata kasar. Motor saya langsung dipepet dari kiri dan depan oleh dua motor itu. Mereka mengarahkan saya ke selatan, ke arah Stadion Gelora Handayani. Mereka menahan saya di balik tembok sebelah selatan stadion,” ungkap ASP.
ASP mengaku tubuhnya bergetar hebat ketika kedua motor tersebut menahannya di samping tembok stadion yang gelap dan sepi. Salah satu pelaku yang menaiki motor NMax menendang sepeda motornya hingga hampir jatuh.
Belum sempat ia bersuara, pelaku lain menarik bagian belakang bajunya dengan keras sampai robek. Tanpa ampun, pelaku menghantam bahunya dengan senjata keling sebanyak dua kali.
“Pas baju saya dirobek dan saya dipukul dengan senjata keling, punggung saya juga ditendang. Saya langsung terjatuh. Saat saya terkapar, mereka merampas tas saya yang berisi dompet dan HP,” lanjut ASP.
Empat orang pelaku yang menaiki dua sepeda motor itu langsung kabur meninggalkan ASP terbaring lemas di tanah. Meskipun pelaku merampas tasnya, mereka tidak mengambil sepeda motor dan HP kedua milik ASP yang ia letakkan di dashboard motor.
ASP sempat diam beberapa menit di tanah, menahan sakit di bahu dan punggung. Setelah merasa sanggup berdiri, ia langsung mengabari keluarganya dan melaporkan kejadian tragis tersebut ke Polres Gunungkidul.
Kini, pihak kepolisian telah menerima laporan ASP dan tengah memburu empat pelaku. Polisi juga mengimbau masyarakat Gunungkidul untuk lebih berhati-hati saat berkendara malam hari, terutama di jalur sepi tanpa penerangan. (ef linangkung)












