Hati-Hati yang Mau Ikut Eksebisi Layang-layang di Pantai Baru Bantul, Gelombang Tinggi Masih Mengancam Perairan Selatan DIY

bernasnews – Para pegiat layang-layang tradisional maupun modifikasi yang berencana mengikuti eksebisi di Pantai Baru Bantul hari ini, Rabu (23/07/2025), perlu meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta telah mengeluarkan peringatan dini adanya gelombang tinggi yang masih mengancam perairan selatan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Kondisi cuaca di wilayah DIY pada pagi hari cerah berawan. Namun, saat siang hingga sore hari, Sleman bagian utara dan Kulonprogo bagian utara berpotensi diguyur hujan ringan. Pada malam hari, prediksi langit berawan, sedangkan dini hari nanti kembali cerah berawan.

Suhu udara di DIY hari ini berkisar antara 19 hingga 30 derajat celcius. Kelembapan udara juga relatif tinggi, berada pada rentang 57 hingga 91 persen. Sementara itu, angin bertiup dari Timur Laut hingga Tenggara dengan kecepatan maksimum 30 kilometer per jam.

Tinggi gelombang di perairan Yogyakarta hari ini berkisar antara 2,5 hingga 4 meter. BMKG menegaskan kategori gelombang ini masuk dalam klasifikasi tinggi.

“Kami mengimbau masyarakat, wisatawan, serta nelayan untuk berhati-hati saat beraktivitas di pesisir selatan. Kondisi gelombang tinggi ini berbahaya bagi kapal-kapal kecil, perahu nelayan tradisional, dan aktivitas di sekitar pantai,” ujar petugas prakirawan BMKG Yogyakarta dalam rilis resminya.

Panitia penyelenggara eksebisi layang-layang di Pantai Baru menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG dan Balai SAR untuk memastikan keselamatan peserta dan pengunjung. Mereka menyiagakan tim keamanan dan relawan untuk mengawasi area bibir pantai.

“Kami tetap menggelar eksebisi layang-layang ini karena sudah terjadwal dan peserta sudah datang dari berbagai daerah. Namun, kami akan memindahkan titik penerbangan layang-layang agar lebih jauh dari garis ombak,” kata Ketua Panitia Eksebisi Layang-layang Pantai Baru, Suwardi, kepada wartawan pagi ini.

Suwardi mengaku khawatir gelombang tinggi ini akan memicu kecelakaan fatal. Ia mencontohkan kejadian serupa beberapa waktu lalu ketika pengunjung terseret ombak di Pantai Baru akibat berdiri terlalu dekat dengan air. Ia meminta semua peserta dan pengunjung patuh pada aturan panitia dan arahan petugas SAR.

“Kami sudah pasang garis pembatas aman. Jangan sampai ada yang nekad menyeberang hanya demi konten media sosial. Nyawa kita jauh lebih penting,” tegasnya dengan nada serius.

Sementara itu, Dinas Pariwisata Bantul menyambut baik eksebisi layang-layang ini karena mampu mendongkrak kunjungan wisata di pesisir selatan. Namun, mereka juga mengingatkan agar panitia menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.

“Gelombang laut selatan DIY sangat ganas. Kami tidak ingin ada korban jiwa hanya karena kelalaian. Semua kegiatan di pantai wajib mematuhi informasi resmi BMKG,” ujar Kasi Data dan Informasi dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Adhi.(ef linangkung)