bernasnews – Warga Daerah Istimewa Yogyakarta bersiap menghadapi hawa dingin yang menembus tulang pada Senin, 21 Juli 2025. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Yogyakarta International Airport (YIA) merilis prakiraan cuaca dengan suhu minimum mencapai 17°C pada pagi hari.
BMKG menyebut suhu udara sepanjang Senin berkisar antara 17 hingga 30 derajat Celcius. Prakirawan BMKG mencatat kelembapan udara mencapai 57–91 persen dengan angin bertiup dari timur laut hingga tenggara. Kecepatan angin maksimum mencapai 30 kilometer per jam.
BMKG memprediksi cuaca pagi hingga sore akan cerah berawan. Namun pada malam hari, langit Yogyakarta akan tertutup awan tebal sebelum kembali cerah berawan saat dini hari menjelang subuh.
Warga Pedukuhan Depok, Kretek, Bantul, bernama Sutarjo mengaku merasakan suhu dingin yang menusuk sejak sebelum subuh. Ia mengenakan jaket tebal saat mengantarkan dagangan ke Pasar Pundong.
“Anginnya kencang dan dinginnya luar biasa. Badan terasa menggigil,” ujar Sutarjo yang berjualan sayur keliling.
Peringatan Gelombang Tinggi di Laut Selatan
Tidak hanya hawa dingin yang mencengkeram warga Yogyakarta pada Senin ini. BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terkait gelombang laut tinggi di perairan selatan Yogyakarta. Tinggi gelombang laut diperkirakan berkisar antara 2,5 meter hingga 4 meter.
BMKG menyebut kategori gelombang tersebut masuk dalam kategori tinggi dan berpotensi membahayakan nelayan tradisional, kapal wisata, hingga pengunjung pantai.
Prakirawan BMKG YIA meminta masyarakat terutama nelayan, wisatawan, dan pelaku wisata bahari mewaspadai kondisi tersebut. Petugas SAR pantai pun bersiaga penuh menghadapi potensi kecelakaan laut yang kerap terjadi saat gelombang tinggi melanda perairan selatan DIY.
Petugas pos pantai Parangtritis mengaku sudah menyiagakan personel sejak pagi. Tim SAR akan menempatkan penjaga di titik rawan terseret ombak, terutama saat wisatawan ramai berkunjung menjelang siang hingga sore hari. Mereka juga memasang bendera merah tanda bahaya di area yang memiliki rip current.
Prakirawan BMKG mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesehatan tubuh menghadapi cuaca dingin yang ekstrem. Mereka juga meminta wisatawan pantai menunda aktivitas berenang saat gelombang tinggi demi keselamatan jiwa.












