bernasnews – Jalan berkelok di Patuk, Gunungkidul kembali menelan korban. Senin (14/07/2025) sekitar pukul 09.50 WIB, seorang pemuda terjatuh bersama sepeda motornya setelah gagal menaklukkan tikungan tajam di ruas jalan Jogja – Wonosari.
Zeni Wahyu Setyawan (25), warga Padukuhan Selang, Kalurahan Bendungan, Kapanewon Karangmojo, Gunungkidul, menggeber motornya seperti pembalap profesional.
Ia menunggangi Honda CB dengan nomor polisi AB 4057 YW dari arah Wonosari menuju Jogja. Dengan percaya diri, ia ingin menaklukkan tikungan tajam di depan SMP Negeri 2 Patuk.
Kanit Lantas Polsek Patuk, Iptu Paryadi, menjelaskan, Zeni melaju dengan kecepatan tinggi ketika memasuki tikungan ke kanan. Ia tidak mengurangi kecepatan. Sepeda motornya justru berjalan tanpa kendali.
“Sepeda motor kehabisan jalan dan melaju lurus menabrak pekarangan warga. Motor dan pengendaranya terjun dengan benturan yang cukup keras,” ungkap Iptu Paryadi.
Benturan itu sangat keras. Warga sekitar berhamburan keluar rumah. Mereka menemukan Zeni terkapar di tanah dengan kondisi mengenaskan. Helm yang ia kenakan tampak retak di bagian samping.
Warga segera melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Patuk. Tak lama, petugas datang dan mengevakuasi Zeni ke Rumah Sakit Nur Rohmah Playen.
Tenaga medis langsung membawa Zeni ke ruang penanganan darurat. Ia mengalami luka dalam di bagian kepala. Hingga berita ini tayang , kondisi korban masih dalam pemantauan tim medis.
Petugas lalu lintas mengamankan sepeda motor Honda CB milik Zeni sebagai barang bukti. Mereka mengevakuasi kendaraan tersebut dari pekarangan warga yang berjarak sekitar dua meter di bawah badan jalan.
Iptu Paryadi mengingatkan, tikungan di depan SMP Negeri 2 Patuk kerap memakan korban. Ia meminta seluruh pengguna jalan menurunkan kecepatan saat melewatinya.
“Kecepatan tinggi bisa berakibat fatal, apalagi di jalur menurun dan menikung tajam seperti di sana,” tegasnya.
Peristiwa ini menambah panjang daftar kecelakaan tunggal di wilayah Patuk selama Juli 2025. Impian Zeni untuk tampil bak Veda Ega Pratama, pembalap Moto3 asal Gunungkidul, justru berujung di pekarangan warga dengan luka berat di tubuhnya.(ef linangkung)












