bernasnews — Sebanyak 90 pekebun kelapa sawit dari berbagai kabupaten di Provinsi Sumatra Utara mengikuti Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit yang berlangsung pada 7–11 Juli 2025, di LePolonia Hotel & Convention, Medan. Program ini menjadi salah satu langkah strategis dalam upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor perkebunan, khususnya petani sawit swadaya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), mendapat dukungan penuh dari Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), serta diselenggarakan secara teknis oleh LPP Agro Nusantara.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Polora Barimbing, SP., M.M., selaku Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatra Utara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya peningkatan kompetensi teknis para petani dalam menghadapi tantangan sektor perkebunan yang kian dinamis.
“Budidaya kelapa sawit yang tepat akan memberikan dampak nyata terhadap produktivitas dan keberlanjutan. Petani harus terus belajar dan beradaptasi dengan teknik terbaru untuk hasil yang lebih optimal dan ramah lingkungan,” ujar Polora, Sabtu (12/7/2025).
Selama lima hari penuh, para peserta mengikuti sesi pelatihan intensif yang mencakup berbagai aspek penting dalam budidaya sawit. Mulai dari pembibitan berkualitas, pemupukan berimbang, pemeliharaan tanaman secara berkelanjutan, hingga pengendalian hama dan penyakit terpadu (PHT).
Para pemateri yang berasal dari kalangan akademisi, praktisi industri, dan penyuluh pertanian turut memberikan pemahaman mendalam yang dapat langsung diterapkan di lapangan. Peserta juga diajak mengikuti diskusi interaktif, simulasi perhitungan biaya produksi, hingga studi kasus berdasarkan pengalaman nyata dari kebun swadaya maupun perusahaan besar.
“Pelatihan ini sangat membantu kami memahami cara mengelola kebun secara efisien dan hemat biaya, tapi tetap menghasilkan panen yang baik. Banyak teknik baru yang belum kami ketahui sebelumnya,” ujar Samsul Bahri, salah satu peserta dari Labuhanbatu.
Dorong Transformasi Perkebunan Rakyat yang Kompetitif dan Berkelanjutan
Salah satu hal menarik dari pelatihan ini adalah semangat kolaboratif antarpeserta. Banyak di antara mereka datang dari daerah dengan tantangan geografis dan sumber daya yang berbeda, namun punya semangat yang sama untuk meningkatkan produktivitas kebun sawit masing-masing.
Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi agen perubahan yang akan menyebarkan pengetahuan dan pengalaman ke komunitasnya masing-masing.
Menurut penyelenggara, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mendorong transformasi sektor sawit rakyat agar lebih kompetitif, modern, dan berorientasi pasar global.
“Pelatihan ini harus menjadi langkah awal untuk meningkatkan daya saing sawit rakyat. Dengan bekal ilmu yang tepat, para pekebun bisa meningkatkan hasil panen, mengurangi kerugian, dan menjaga lingkungan sekaligus,” ujar salah satu narasumber pelatihan dari Ditjenbun.
Pelatihan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mencetak agen perubahan di tingkat komunitas. Dengan bekal pengetahuan dan keterampilan baru, para peserta diharapkan dapat mendorong praktik budidaya sawit yang lebih berdaya saing, berkelanjutan, dan selaras dengan prinsip pertanian modern. (*/ ted)












