Birdwatching Pembelajaran Mendalam di Sekolah Dasar

Guru dan karyawan SD Marsudirini Yogyakarta mengadakan birdwatching di Turgo, Pakem, Sleman, DIY. (Foto : Kiriman Oktaf Laudensius)

bernasnews – Rapat kerja guru dan karyawan SD Marsudirini Yogyakarta dalam mempersiapkan program kerja tahun pelajaran 2025/2026 dilaksanakan mulai Senin 30 Juni hingga Jumat 4 Juli 2025. Diawali dengan evaluasi program kerja tahun pelajaran 2024/2025, dilanjutkan dengan menyusun program kerja, kurikulum satuan pendidikan, ekstrakurikuler, pembinaan prestasi, dan program unggulan.

Narasumber dalam kegiatan ini Pengawas Sekolah Dasar Kemantren Gondomanan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Yogyakarta Purwati Handayani, M.Pd menyatakan bahwa struktur kurikulum wajib mencantumkan pembelajaran mendalam, dan juga tujuh kebiasaan anak indonesia hebat.

Pada penutupan rapat Kerja, materi berupa mengenal Birdwatching di Bukit Turgo Taman Nasional Gunung Merapi, Sleman, DIY,  Jumat (4/7). Peserta Birdwatching terdiri dari seluruh guru dan karyawan yang berjumlah 30 orang. Koordinator kegiatan Kepala SD Marsudirini 2 Yogyakarta FX. Oktaf Laudensius, S.Si., M.M., mengatakan, kegiatan ini sebagai rangkaian kegiatan rapat kerja dengan mengenalkan birdwatching kepada guru dan karyawan. Tujuannya adalah agar semakin mengenal keanekaragaman jenis burung dan dapat menjadi cikal bakal birdwatching di SD Marsudirini Yogyakarta ke depan.

Berangkat menuju lokasi mulai pukul 06.00 WIB dan tiba di lokasi pukul 07.00 WIB, kurang lebih 1 jam perjalanan. Bukit Turgo, terletak di Dusun Turgo, Desa Purwobinangun, Kapanewon Pakem, Kabupaten Sleman, DIY. Kegiatan Birdwatching dikenal sebagai pengamatan burung adalah hobi mengamati burung di alam liar. Saat ini, birdwatching mulai dikenal dan umumnya dilakukan dengan fotografi.

“Pengamat burung dulu, menggunakan binokuler, saat ini cenderung menggunakan kamera dengan lensa yang besar dan panjang. Hal ini bertujuan agar dapat didokumentasi dan dipublikasikan,” kata  dosen dan guru besar di Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) Prof. Ir. Ign. Pramana Yuda, M.Si., Ph.D.

Peralatan dalam mengamati burung atau birdwatching yaitu binokuler atau teropong untuk melihat satwa dari kejauhan. Buku panduan burung, alat tulis dan buku untuk mencatat.

Dia menambahkan. saat ini cenderung lebih mudah dan praktif dalam mengidentifikasi burung dengan menggunakan aplikasi dan juga buku saku digital yang telah dipetakan oleh Fakultas Teknobiologi UAJY.

MEREKAM SUARA BURUNG

Kegiatan birdwatching diawali dengan tata cara penggunaan binokuler, tata cara merekam suara burung jika tidak dapat melihat langsung burung, dan juga mencatat jenis burung yang telah diidentifikasi dengan buku panduan.

Selanjutnya guru dan karyawan sekolah dibagi menjadi lima tim lengkap dengan leader dan sweeper. Masing-masing tim didampingi oleh Mahasiswa Fakultas Teknobiologi UAJY yakni Septiana Indah sebagai Ketua Kelompok Studi Biologi, ditemani oleh anggota yakni Nicholas Francesco Vincent dan Yohanes Abraham Wahyu.

Kegiatan birdwatching juga merambah ke mahasiswa Fakultas Bisnis dan Ekonomika UAJY yakni Matthew Boanerges Harryson dan Gabriella Maharani Putri Nugroho yang keduanya sedang persiapan KKN tematis di Dusun Turgo, Juli 2025. Tak lupa juga penduduk lokal yang bernama Sibas, Kasiman, dan Budiyana yang tinggal di Dusun Turgo turut menemani tim dalam mengamati burung.

Selanjutnya kelompok menyebar di sekitar area Bukit Turgo untuk melakukan pengamatan burung. Kelompok yang dipandu oleh Prof. Pramana Yuda menemukan tiga ekor burung Elang Jawa dalam bahasa latin Nisaetus bartelsi.

“Kami sangat gembira dan takjub, pertama kali pengamatan burung dan langsung melihat Elang Jawa di habitat aslinya,” kata Agung Guru SD Marsudirini Basilius Agung mewakili teman-teman dalam kelompok.

Durasi pengamatan kurang lebih tiga jam mulai pukul 08.00 – 11.00 WIB. Cuaca berkabut dengan menemukan Jenis burung, diantaranya Kepodang (Oriolus chinensis) dan Ciung batu Jawa (Myophonus glaucinus).

Penutup kegiatan birdwatching diadakan refleksi. “Kegiatan ini pertama dan sangat unik, mengamati burung, walaupun di rumah ada burung di sekitar, namun tidak kita pedulikan, tidak kita amati. Saya berharap agar kegiatan serupa terus digalakkan dan diteruskan agar memperkaya dan memperdalam pembelajaran pelestarian alam,” kata Guru kelas 1 Helmi Ratnawati. (mar/FX Oktaf Laudensius, S.Si., M.M., Kepala SD Marsudirini Yogyakarta)