News  

Pengamanan Malam 1 Suro: Polres Bantul Kerahkan 1.017 Personel, Fokus Jaga Kamtibmas

bernasnews – Kepolisian Resor (Polres) Bantul mengerahkan 1.017 personel untuk mengamankan malam pergantian Tahun Baru Islam 1447 Hijriyah 1 Muharam atau 1 Suro, yang jatuh pada Kamis malam, 26 Juni 2025.

Kapolres Bantul AKBP Novita Eka Sari langsung memimpin apel pengamanan di Alun-Alun Parangkusumo, lokasi yang rutin menjadi pusat kegiatan ritual tahunan tersebut.

Pengamanan Malam 1 Suro

Polres Bantul menyusun strategi pengamanan dengan melibatkan kekuatan penuh, termasuk pengamanan terbuka dan tertutup, serta patroli mobile secara intensif di seluruh wilayah yang berpotensi menjadi titik konsentrasi massa.

AKBP Novita menegaskan bahwa pihaknya mengambil langkah tegas namun humanis guna menjamin situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif selama perayaan malam 1 Suro.

“Kami menurunkan kurang lebih 1.017 personel untuk menjamin kegiatan masyarakat di malam pergantian tahun baru Islam berjalan aman dan tertib. Dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kegiatan ritual 1 Suro di Kabupaten Bantul berlangsung lancar. Namun, kami tetap bersiaga penuh,” tegas Kapolres Novita dalam pernyataannya seusai memimpin apel pengamanan.

Polres Bantul tak hanya memusatkan pengamanan di Pantai Parangkusumo yang menjadi lokasi utama perayaan, tetapi juga menyebarkan personel ke berbagai titik lainnya. Petugas disiagakan di jalan-jalan utama, tempat ibadah, pusat keramaian, dan lokasi-lokasi rawan kemacetan guna mengatur lalu lintas dan mencegah gangguan keamanan.

“Kami juga mengatur pengamanan di penggal-penggal jalan agar lalu lintas tetap lancar. Kami tidak ingin terjadi penumpukan kendaraan atau kemacetan yang mengganggu kenyamanan masyarakat,” ujar Novita.

Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

Pihak kepolisian menggandeng Pemkab Bantul, Kodim 0729/Bantul, Satpol PP, Dinas Perhubungan, hingga tokoh masyarakat untuk mendukung pengamanan malam 1 Suro. Kapolres Novita sendiri akan ikut terjun langsung dalam patroli guna memantau langsung pelaksanaan kegiatan budaya tersebut.

“Kami ingin memastikan semua elemen bergerak bersama menjaga ketertiban. Saya juga akan ikut patroli malam ini untuk memastikan pengamanan berjalan maksimal,” imbuhnya.

AKBP Novita juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan konvoi atau arak-arakan dalam bentuk apapun selama perayaan malam 1 Suro. Ia meminta warga mengutamakan keselamatan dan menggelar kegiatan di rumah atau tempat ibadah dengan tenang dan khidmat.

“Perayaan 1 Suro sebaiknya dilakukan secara sederhana dan tidak memicu kerumunan atau tindakan yang berpotensi menimbulkan gangguan. Kami memahami bahwa ini adalah bagian dari budaya, tetapi kami ingin semuanya tetap dalam koridor aman dan tertib,” jelas Novita.

Tradisi peringatan malam 1 Suro di Kabupaten Bantul telah lama menjadi bagian dari kekayaan budaya lokal, yang biasanya berisi dengan doa bersama, tirakat, dan ritual keagamaan maupun adat. Beberapa kelompok masyarakat juga rutin menggelar ziarah dan upacara spiritual di lokasi-lokasi tertentu seperti pesisir selatan Bantul. (ef linangkung)