News  

Jam Berapa Mubeng Beteng Yogyakarta Hari Ini? Jadwal dan Rutenya

Ilustrasi jam berapa Mubeng Beteng Keraton Yogyakarta hari ini. (Pixabay.com)

bernasnews – Simak jadwal Mubeng Beteng Keraton Yogyakarta hari ini, 26 Juni 2025. Hal ini bertepatan dengan tradisi malam 1 Suro atau 1 Muharram.

Setiap datangnya malam 1 Suro dalam kalender Jawa, Yogyakarta senantiasa menyuguhkan salah satu prosesi budaya paling sakral dan penuh makna: Hajad Kawula Dalem Mubeng Beteng.

Tahun ini, tradisi tersebut kembali digelar oleh Keraton Yogyakarta sebagai penanda datangnya Tahun Baru Jawa Dal 1959. Masyarakat bole

Tradisi ini bukan sekadar ritual jalan kaki mengelilingi benteng keraton, melainkan bentuk tirakat dan spiritualitas yang dalam maknanya. Setiap langkah yang diambil merupakan doa dan refleksi, menyambut tahun baru dengan hati yang bersih.

Mengenal Mubeng Beteng: Jejak Spiritualitas di Tengah Kota Yogyakarta

Mubeng Beteng, secara harfiah berarti “mengelilingi benteng”. Tradisi ini merupakan bagian dari tirakat lampah ratri — yaitu laku spiritual malam hari yang dilakukan dengan berjalan kaki secara diam-diam dan penuh kekhusyukan mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta. Tradisi ini terinspirasi dari perjalanan hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah, sebagai simbol perenungan dan harapan akan lembaran baru.

Awalnya, Mubeng Beteng merupakan upacara resmi kenegaraan yang dilaksanakan atas perintah raja, Sri Sultan Hamengkubuwono, dan hanya dilakukan oleh para abdi dalem keraton. Namun seiring perkembangan waktu, prosesi ini kini juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin turut menapaktilasi nilai-nilai budaya dan spiritual dari leluhur.

Jadwal Mubeng Beteng Yogyakarta 2025

Seperti diumumkan oleh akun Instagram resmi Keraton Yogyakarta (@kratonjogja), prosesi Mubeng Beteng tahun ini akan dimulai pada pukul 23.00 WIB, Kamis malam, 26 Juni 2025. Kegiatan ini termasuk dalam rangkaian Hajad Kawula Dalem, yang selalu diselenggarakan setiap malam 1 Suro.

Sebelum prosesi dimulai, peserta akan disambut dengan pembacaan tembang Macapat setelah salat Isya.

Lokasi pembacaan ini adalah di Bangsal Ponconiti, kawasan Kompleks Kamandungan Lor (Keben) di dalam Keraton Yogyakarta. Setelah itu, barulah kirab dimulai dengan penuh ketenangan dan khidmat, menuju rute yang telah ditentukan.

Rute Mubeng Beteng: Mengelilingi Benteng Keraton dengan Langkah Tirakat

Rute Mubeng Beteng dirancang mengikuti lintasan mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta dengan arah berlawanan jarum jam.

Arah ini bukan tanpa alasan; ia melambangkan lampah prihatin atau perjalanan batin yang penuh keheningan, berbeda dengan perayaan gembira yang biasanya dilakukan searah jarum jam.

Berjalan kaki dalam hening, para peserta akan menelusuri jalanan kota yang mengelilingi benteng keraton. Tidak ada teriakan, tidak ada musik, hanya langkah-langkah sunyi yang menyatu dalam refleksi pribadi dan doa bersama.

Tata Tertib dan Etika Mengikuti Mubeng Beteng

Keraton Yogyakarta menekankan pentingnya menjaga suasana hening selama prosesi berlangsung. Ini bukan kirab biasa, melainkan laku spiritual yang sarat dengan nilai keheningan, introspeksi, dan penghormatan terhadap budaya leluhur.

Beberapa hal penting yang harus diperhatikan oleh peserta:

  • Berpakaian sopan dan rapi: Tidak diperkenankan memakai celana pendek atau busana yang tidak pantas.
  • Menjaga ketenangan: Hindari bercakap keras, tertawa, atau membuat kegaduhan selama berjalan.
  • Tidak mengambil gambar secara berlebihan: Prosesi ini bukan pertunjukan, melainkan ritual spiritual.
  • Ikuti arahan panitia: Demi kelancaran dan kekhidmatan acara, ikuti setiap instruksi dari petugas keraton.

Tradisi yang Meleburkan Waktu, Ruang, dan Kepercayaan

Lebih dari sekadar ritual, Mubeng Beteng telah menjadi bagian dari identitas budaya Yogyakarta. Tradisi ini telah diwariskan secara turun-temurun selama lebih dari dua abad, membuktikan bahwa warisan leluhur masih sangat hidup dalam denyut nadi kota ini.

Keterlibatan masyarakat umum dalam prosesi Mubeng Beteng juga mencerminkan keterbukaan Keraton Yogyakarta dalam menyebarluaskan nilai-nilai luhur kepada khalayak.

Ini bukan hanya perayaan tahun baru, tetapi juga momentum untuk merenung, memperbaiki diri, dan melangkah ke masa depan dengan tekad yang lebih baik.

Jika Anda berada di Yogyakarta malam ini, jangan lewatkan kesempatan langka untuk ikut serta atau sekadar menyaksikan prosesi Mubeng Beteng sebuah tradisi yang sarat makna, membingkai keheningan malam dalam langkah-langkah spiritual mengelilingi pusat kebudayaan Jawa.

Jangan lupa, acara Mubeng Beteng hari ini dimulai pukul 23.00 WIB dari Bangsal Ponconiti, dan ingatlah untuk menjaga adab serta menghormati setiap detik prosesi.

Selamat memasuki Tahun Baru Jawa Dal 1959, semoga kita semua diberi keberkahan dan kedamaian hati sepanjang tahun yang akan datang.

***