bernasnews – Sebuah peristiwa tragis mengguncang warga Balong, Timbulharjo, Sewon, Bantul, Minggu malam (22/6/2025). Seorang pria bernama Tatang Irawan (47) ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam rumahnya.
Ia tew*s dengan tubuh terlilit kabel dan tangan masih memegang colokan listrik. Kejadian ini menambah daftar panjang musibah akibat kelalaian terhadap bahaya listrik di lingkungan perumahan.
Kronologi Kejadian
Kematian Tatang pertama kali diketahui oleh tetangganya, Sarjikah (56), yang tinggal tak jauh dari rumah korban. Saat itu sekitar pukul 20.30 WIB, Sarjikah mendengar suara keras dari dalam rumah Tatang, seperti benda jatuh menghantam lantai. Rasa penasaran mendorong Sarjikah untuk memastikan keadaan tetangganya itu.
Sarjikah lantas mengetuk pintu rumah Tatang. Tak mendapat jawaban, ia memberanikan diri masuk. Betapa terkejutnya, ia mendapati tubuh Tatang tergeletak dalam posisi telungkup.
Kedua tangannya mencengkeram colokan kabel yang masih tersambung ke aliran listrik. Lebih mengejutkan lagi, seutas kabel panjang tampak melilit bagian perut korban.
“Saya langsung teriak minta tolong warga setelah melihat tubuh Pak Tatang,” ungkap Sarjikah dengan suara bergetar.
Warga yang mendengar teriakan segera berdatangan. Seorang warga lain lantas sigap mencabut aliran listrik rumah agar bisa membantu melepaskan kabel yang melilit tubuh korban. Mereka lalu mengangkat tubuh Tatang yang sudah tampak lemas dan tak bergerak, lalu membawanya ke RSUD Panembahan Senopati Bantul.
Sayangnya, nyawa Tatang tidak dapat terselamatkan. Tim medis yang memeriksa memastikan bahwa korban telah meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.
Penyelidikan Kejadian Warga Timbulharjo Terlilit Kabel Listrik
Kasi Humas Polres Bantul, AKP I Nengah Jeffry Prana Widnyana, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan bahwa polisi segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.
“Korban ditemukan dalam kondisi memegang colokan dan tubuhnya terlilit kabel. Dugaan kami, korban meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat berusaha menghubungkan kabel ke sumber listrik,” jelas Jeffry, Senin (23/6/2025).
Penyelidikan awal tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau upaya kriminal lainnya. Polisi menduga kuat bahwa peristiwa ini merupakan murni kecelakaan. Dugaan itu diperkuat dengan kondisi rumah dan posisi tubuh korban yang menunjukkan korban tersengat saat mencoba menggunakan kabel listrik.
“Dari hasil pemeriksaan, kami simpulkan korban meninggal akibat tersengat listrik. Keluarga juga telah menerima peristiwa ini sebagai musibah, dan sudah membuat surat pernyataan resmi,” imbuh Jeffry.
Kematian tragis ini menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar. Tatang Irawan dikenal sebagai pribadi ramah dan tidak memiliki masalah dengan siapapun. Ia hidup sendiri di rumahnya sejak beberapa tahun terakhir.
Warga kini mengaku trauma, dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. Sejumlah warga bahkan mulai mengecek ulang instalasi listrik di rumah masing-masing demi menghindari insiden yang sama.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat penting tentang betapa bahayanya kelalaian dalam menangani perangkat listrik. Arus listrik yang tak kasat mata bisa berubah menjadi pembunuh senyap, bahkan di dalam rumah sendiri.
“Semoga kejadian ini jadi pelajaran buat kita semua. Jangan sembarangan menggunakan kabel sambungan, apalagi tanpa pelindung,” ujar salah satu warga, Budi (45).
Hingga berita ini ditulis, polisi masih menyelidiki lebih lanjut kondisi kabel dan instalasi listrik di rumah korban. Namun, satu hal yang pasti: kehilangan tragis ini menyisakan luka yang mendalam di hati keluarga dan tetangga. (ef linangkung)












