bernasnews – Pemerintah Kota Yogyakarta kembali meluncurkan program padat karya untuk memperkuat daya beli masyarakat sekaligus mempercepat pembangunan infrastruktur di wilayah. Pemkot mengawali kegiatan ini di RT 50 RW 08 Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, pada Senin, 19 Mei 2025.
Sekretaris Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta, Gunawan Adhi Putra, secara resmi membuka program tersebut.
Ia menegaskan bahwa padat karya bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan wujud nyata keterlibatan masyarakat dalam pembangunan yang berdampak langsung pada ekonomi warga.
“Padat karya ini adalah kerja bareng. Ada karya nyata yang dihasilkan, dan hasilnya berkualitas serta membawa manfaat bagi kita semua,” ujar Gunawan dalam sambutannya.
Melalui program ini, masyarakat membangun talud sungai sepanjang 19 meter dengan tinggi 3,5 meter. Pemerintah mengalokasikan waktu selama 30 hari kerja untuk menyelesaikan proyek, dengan libur pada hari Minggu dan tanggal merah.
Sebanyak 50 warga sekitar ikut serta dalam pengerjaan proyek yang ditargetkan rampung pada 24 Juni mendatang.
Gotong Royong untuk Infrastruktur dan Ekonomi Warga
Gunawan menjelaskan bahwa program padat karya menunjukkan bagaimana anggaran pemerintah daerah (APBD) bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Ia mengajak seluruh warga untuk menjaga dan merawat hasil pembangunan ini sebagai bentuk tanggung jawab bersama.
“Ini karya dari masyarakat, oleh masyarakat, dan untuk masyarakat. Maka, setelah selesai nanti, mari kita jaga bersama-sama,” tambahnya.
Selain memberikan tambahan penghasilan, program ini juga menumbuhkan semangat gotong royong dan meningkatkan rasa kepemilikan warga terhadap lingkungan.
Gunawan berharap, keterlibatan warga secara langsung mampu menekan angka pengangguran dan kemiskinan, khususnya di wilayah Rejowinangun.
“Semoga apa yang kita bangun bersama ini bisa benar-benar dimanfaatkan oleh warga sekitar. Mari kita sengkuyung menyukseskan proyek ini dengan semangat kebersamaan,” pungkasnya.
Masyarakat setempat menyambut baik peluncuran program padat karya ini. Salah satunya, Edy Subanto, menyampaikan rasa syukurnya atas pembangunan talud sungai yang sangat dibutuhkan warga karena wilayahnya rawan longsor.
“Kami sangat senang dengan bantuan ini. Di wilayah kami, bahaya longsor mengintai setiap musim hujan. Talud ini sangat kami butuhkan,” ungkap Edy.
Edy juga mengapresiasi keterlibatan warga dalam proyek tersebut. Ia menyebutkan bahwa banyak masyarakat sebelumnya bekerja serabutan, kini bisa memperoleh penghasilan tambahan.
“Banyak warga di sini bekerja serabutan—ada yang berdagang keliling, kerja bangunan, atau titip jualan. Tapi dengan proyek ini, sebagian bisa ikut bekerja dan terbantu secara ekonomi,” tuturnya.
Dengan semangat kebersamaan, Pemerintah Kota Yogyakarta terus menggulirkan program padat karya sebagai solusi konkret dalam menggerakkan roda perekonomian warga sekaligus membangun infrastruktur yang tangguh dan berkelanjutan. (el)












