
bernasnews – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong penerapan pendekatan pembelajaran interdisipliner berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) yang mengintegrasikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika, dengan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan.
Hal ini disampaikan dalam Forum Rembuk Muda bertema “Mendorong Kebijakan Untuk Memperkuat Karakter Muda Melalui Pendidikan STEM Berbasis Prinsip Pancasila.”
Forum yang digelar oleh Komite Independen Sadar Pemilu (KISP) dan Muda Bicara ID, Sabtu, 3 Mei 2025 di Yogyakarta ini dihadiri puluhan peserta dari berbagai komunitas pemuda di DIY.
Sekretaris Jenderal KISP, Azka Abdi Amrurobbi, dalam sambutannya menekankan pentingnya mengarusutamakan pendidikan STEM sebagai strategi membangun generasi muda yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai kebangsaan.
“Forum ini adalah momentum untuk menguatkan kembali pentingnya pendidikan STEM yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pembentukan karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila,” ujar Azka.
Tenaga Ahli Kemendikdasmen, Sifa Lutfiyani Atiqoh, yang menjadi narasumber utama forum, menegaskan bahwa pendidikan adalah amanat konstitusi dan menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul.
“STEM adalah pendekatan interdisipliner yang sangat relevan dengan perkembangan zaman. Namun dalam implementasinya, kita juga perlu memastikan nilai-nilai Pancasila tetap menjadi pondasi dalam proses pembelajaran,” jelas Sifa.
Ia menekankan bahwa pendidikan STEM yang mengedepankan nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, demokrasi, dan keadilan sosial bertujuan membentuk generasi inovatif, cerdas teknologi, dan berkarakter kuat.
Diskusi ini juga menyoroti peran komunitas pemuda dalam mendukung implementasi kebijakan pendidikan yang berpihak pada pembangunan karakter.
Muhammad Iqbal Khatami, Founder Muda Bicara ID yang juga menjadi moderator, menyampaikan bahwa program-program komunitas yang langsung bersentuhan dengan masyarakat adalah kekuatan penting dalam menyukseskan pendidikan STEM berbasis Pancasila.
“Pendidikan harus menciptakan pola pikir yang kritis, kolaboratif, dan bertanggung jawab. Itulah yang menjadi dasar keberhasilan generasi muda di masa depan,” kata Iqbal.
Forum ini ditutup dengan Focus Group Discussion (FGD) yang menghasilkan rekomendasi untuk mendorong kebijakan pendidikan berorientasi pada pembentukan karakter, sekaligus kesiapan generasi muda menghadapi tantangan era teknologi secara berintegritas.***











