bernasnews – Setidaknya ada 4 program prioritas yang diluncurkan Pemerintah melalu Kemendikdasmen di Hardiknas 2025.
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah bersiap meluncurkan empat program unggulan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa keempat program ini merupakan prioritas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan telah siap dilaksanakan, tinggal menunggu peresmian resmi dari Presiden.
“Rencananya kami mengajukan kepada Bapak Presiden untuk meluncurkan empat program prioritas beliau yang sudah siap secara keseluruhan,” ujar Abdul Mu’ti pada Senin, 28 April 2025 di Jakarta.
Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah 2025
Sebelum momen peluncuran program, Kemendikdasmen mengadakan Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pendidikan Dasar dan Menengah yang berlangsung dari 28 hingga 30 April 2025.
Acara ini bertujuan untuk menguatkan koordinasi dan sosialisasi berbagai program strategis kementerian untuk tahun 2025, sekaligus mempererat sinergi dengan semua pemangku kepentingan di sektor pendidikan.
Konsolnas dihadiri oleh berbagai elemen, seperti kementerian terkait, dinas pendidikan dari seluruh kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia, organisasi pendidikan, serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemendikdasmen di setiap provinsi.
Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan hadir dalam acara penting ini, meskipun konfirmasi final mengenai kehadirannya masih dinantikan.
Empat Paket Program Prioritas yang Siap Diluncurkan
Pada puncak perayaan Hardiknas 2025, berikut adalah empat program utama yang akan resmi diperkenalkan:
1. Revitalisasi Sekolah
Program pertama berfokus pada revitalisasi fasilitas pendidikan. Pada tahun 2025 ini, Kemendikdasmen menargetkan untuk melakukan perbaikan terhadap 10.441 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Untuk mendukung program tersebut, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp 17,1 triliun. Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa anggaran tersebut merupakan hasil pemindahan dana dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Revitalisasi ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman, aman, dan mendukung perkembangan peserta didik di berbagai daerah.
2. Digitalisasi Pendidikan
Digitalisasi pendidikan menjadi program kedua yang akan diluncurkan. Inisiatif ini mencakup pengadaan smart TV untuk berbagai sekolah di Indonesia. Menurut Abdul Mu’ti, seluruh pendanaan untuk program ini sudah tersedia dan saat ini tinggal menunggu tahap implementasi di lapangan.
Dengan adanya program ini, Kemendikdasmen berharap teknologi dapat lebih terintegrasi dalam proses belajar mengajar, sehingga mempercepat adaptasi pendidikan Indonesia terhadap era digital.
3. Bantuan Kuliah untuk Guru
Sebagai upaya meningkatkan kualitas tenaga pendidik, Kemendikdasmen juga menyiapkan program bantuan pendidikan bagi guru-guru yang belum menyelesaikan pendidikan hingga jenjang Diploma 4 (D4) atau Strata 1 (S1). Bantuan ini akan diberikan dalam bentuk beasiswa sebesar Rp 3 juta per semester kepada masing-masing guru penerima.
Jumlah pasti penerima program ini masih dalam proses penghitungan dan akan diumumkan secara resmi pada puncak perayaan Hardiknas 2025. Langkah ini diharapkan mendorong para guru untuk melanjutkan pendidikan mereka sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih baik di dunia pendidikan.
4. Bantuan untuk Guru Honorer
Program keempat dikhususkan bagi guru honorer. Kemendikdasmen tengah menghitung jumlah guru honorer yang akan menerima bantuan, serta besaran dana yang akan diberikan. Abdul Mu’ti menyatakan bahwa rincian lebih lengkap mengenai penerima dan jumlah bantuan ini akan disampaikan saat acara peluncuran resmi oleh Presiden.
Dengan adanya program ini, diharapkan kesejahteraan guru honorer dapat meningkat dan memberikan motivasi lebih bagi mereka untuk terus berkiprah di dunia pendidikan.
Peluncuran empat program ini merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen dan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki mutu pendidikan nasional.
Beragam langkah strategis yang dipersiapkan mencerminkan upaya nyata dalam membangun sistem pendidikan Indonesia yang lebih kuat, modern, dan inklusif.
Hari Pendidikan Nasional 2025 menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa dunia pendidikan Indonesia terus bertransformasi menuju arah yang lebih baik.
***












