Sekolah Tunas Unggul: Upaya Pemkot Yogyakarta Meningkatkan Mutu Pendidikan

Pemkot yogyakarta sampaikan program baru bertajuk Sekolah Tunas Unggul. foto: istimewa

bernasnews – Pemerintah Kota Yogyakarta mengambil langkah strategis untuk mendorong pemerataan kualitas pendidikan melalui program baru bertajuk Sekolah Tunas Unggul. Program ini akan diluncurkan pada 2 Mei 2025 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional, dengan fokus membangun model sekolah berbasis karakter, budaya, prestasi akademik, dan penguasaan bahasa asing.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori, menyampaikan bahwa sasaran utama program ini adalah sekolah-sekolah dengan latar belakang siswa yang tergolong biasa saja, namun diharapkan dapat menghasilkan prestasi luar biasa lewat pendampingan intensif.

“Program ini bukan sekadar memindahkan guru-guru terbaik ke sekolah lain, tetapi membangun sekolah-sekolah yang belum dianggap favorit agar menjadi lebih dilirik, berprestasi, dan memiliki karakter kuat,” ujarnya saat konferensi pers di kantor Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta, Senin (28/4).

Menurut Budi, dua sekolah telah dipilih untuk tahap awal program ini, yaitu SD Puro Pakualaman dan SMP Negeri 16 Yogyakarta. Fokus pengembangan mencakup peningkatan prestasi akademik, penguatan Bahasa Inggris, pelestarian budaya melalui pelajaran Bahasa Jawa, serta pembentukan karakter siswa berdasarkan nilai-nilai agama.

Pendampingan intensif yang diberikan mencakup pelatihan guru, penyusunan materi ajar, dan penguatan sumber daya sekolah tanpa mengganggu jalannya pendidikan di sekolah lain.

“Targetnya, dalam waktu satu tahun atau bahkan dalam satu semester, sudah mulai terlihat dampak positifnya, baik dari sisi prestasi akademik, karakter siswa, maupun penguasaan bahasa asing,” tambahnya.

Budi berharap program ini nantinya dapat direplikasi di seluruh sekolah di Kota Yogyakarta. “Kita ingin kualitas pendidikan di Yogyakarta tidak hanya bertumpu pada satu-dua sekolah unggulan saja, tetapi merata di seluruh sekolah,” pungkasnya.

Kepala SMP Negeri 16 Yogyakarta, Sujiyana, mengakui bahwa pelaksanaan program ini menjadi tantangan besar. Ia membandingkan kondisi sekolah dengan input siswa biasa dan sekolah dengan input siswa unggul.

“Prinsip kami sederhana, input biasa, hasil harus luar biasa. Itu hanya bisa dicapai melalui proses pembelajaran yang intensif. Maka dari itu, kami terus meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Guru tidak boleh lagi berpuas diri. Guru yang kompetensinya stagnan akan menghasilkan siswa yang kualitasnya di bawahnya,” tegas Sujiyana.

Pada ASPD terbaru, SMP Negeri 16 menempati posisi ke-8 di antara SMP Negeri di Kota Yogyakarta, dan posisi ke-10 jika digabung dengan SMP swasta. Ia berharap peringkat sekolahnya bisa naik ke peringkat 7 atau 8 secara keseluruhan.

“Kami bersyukur, pengawas dari Dinas Pendidikan sudah sering mendampingi kami, mendorong kami dalam berbagai program peningkatan kapasitas guru. Pendampingan ini akan terus kami manfaatkan semaksimal mungkin,” imbuh Sujiyana.

Sementara itu, Kepala SD Puro Pakualaman, Siti Nurzahroh, menyatakan optimismenya terhadap program ini.

“Kami akan membuktikan bahwa, meskipun kecil, kami bisa menunjukkan prestasi. Lulusan kami tahun lalu memang hanya berjumlah 8 siswa, namun acara perpisahan dan kelulusan tetap berjalan dengan luar biasa,” ungkapnya.

Prestasi akademik SD Puro Pakualaman terbilang membanggakan. Pada ASPD 2024, sekolah ini menduduki peringkat ke-2 untuk kategori SD Negeri se-Kota Yogyakarta dan peringkat ke-4 bila digabungkan dengan SD Swasta. Pada evaluasi Tripod atau TPM, sekolah ini meraih peringkat ke-7.

“Alhamdulillah, dengan prestasi-prestasi tersebut, kepercayaan masyarakat kepada sekolah kami pun semakin meningkat. Jumlah murid yang sebelumnya hanya 34, melonjak menjadi 50 pada tahun berikutnya,” ujar Siti.