bernasnews — Kemajuan teknologi informasi atau IT dapat diibaratkan sebuah pisau bermata dua, di satu sisi perkembangan teknologi tersebut memacu pertumbuhan media berplatform digital sehingga bagi siapa pun yang mempunyai kemampuan dapat mendirikan media, baik media penyiaran maupun media online yang berbasis dari media cetak.
Namun di sisi lain perkembangan IT dalam era disrubsi ini juga membawa korban banyak bertumbangnya media-media konvesional, baik cetak maupun media penyiaran. Seperti yang dialami oleh ADi TV. Sebuah stasiun televisi lokal yang ada di Jogja, yang bermakas di Jalan Raya Tajem, Kabupaten Sleman.
Dikutip dari tayangan video yang diunggah oleh akun merapi_uncover yang menampilkan detik-detik siaran terakhir ADi TV. Dalam tayangan itu menampilkan sebuah monitor ‘TX ON AIR’, di bawahnya ada penunjuk waktu 20:15:09 di mana tayangan gambar tersebut menghilang, disertai narasi “Detik detik siaranterakhir ADITV. Terimakasih Pemirsa ADITV. Kami pamit undur diri”.
Redaksi bernasnews mencoba konfirmasi namun hanya mendapatkan jawaban dari salah satu wartawan ADi TV untuk mengutip saja ucapan pamitnya di sebuah grup whatsapp (WA), sebagai berikut “Per hari ini 31 Mei 2024 ADITV terakhir siaran. Besok 1 Juni 2024 ADITV sudah resmi DITUTUP & tidak beroperasi lagi”.
Dikutip dari beberapa sumber, bahwa ADi TV pertama kali mengudara pada tanggal 18 Juli 2009, bertepatan dengan Muktamar Muhammadiyah Tahun 2009. Awalnya sebagai televisi komunitas yang dimiliki oleh Universitas Ahmad Dahlan, yang kemudian berkembang menjadi televisi lokal di bawah naungan PT. Arah Dunia Televisi. Ragam acara ADi TV diantaranya pendidikan, keagamaan (Islam), dan budaya. (ted)












