bernasnews – Permasalahan sampah telah menjadi salah satu masalah utama di Yogyakarta, dengan pertumbuhan penduduk dan konsumsi yang terus meningkat. Sampah plastik, organik, dan non-organik terakumulasi dengan cepat, dan penanganan yang tidak efisien menyebabkan dampak lingkungan yang serius. Inilah mengapa langkah-langkah inovatif seperti penggunaan maggot menjadi semakin penting dalam upaya untuk mengurangi dampak negatif sampah terhadap lingkungan.
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) mengadakan sosialisasi mengenai budidaya maggot kepada masyarakat Desa Panjangrejo, Bantul, DIY bertempat di Dusun Panjang, awal September 2023.
“Acara tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan sampah organik dengan cara budidaya maggot. Selain itu bekerja sama dengan TPS3R Panjangrejo mahasiswa KKN ITY memulai membudidayakan maggot, yang merupakan larva dari lalat tentara hitam,” kata Humas ITY Ira kepada bernasnews, Jumat (6/10/2023).
Menurut dia, maggot dikenal sebagai pemakan sampah yang sangat efektif, terutama sampah organik. Dalam proyek ini, larva-larva ini akan diberi makan dengan limbah organik yang dikumpulkan dari lingkungan sekitar. Setelah mencapai tahap kematangan, mereka dapat digunakan sebagai pakan ternak atau diolah lebih lanjut menjadi pupa dan pupuk organik.
Dapat diperjualbelikan
Moh. Akbar Romadhoni, salah seorang mahasiswa KKN ITY yang terlibat dalam proyek ini mengemukakan, hasil dari budidaya maggot ini dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak, umpan memancing dan dapat diperjualbelikan untuk menghasilkan keuntungan secara finansial.
“Kami berharap, dengan menggunakan maggot untuk mengolah sampah organik, kami dapat mengurangi jumlah sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dan pada saat yang sama menghasilkan produk yang bermanfaat,” kata dia.
Selain mengurangi sampah yang mencemari lingkungan, proyek ini juga memberikan peluang bagi mahasiswa untuk belajar tentang pengelolaan sampah yang berkelanjutan, teknologi lingkungan, dan kontribusi positif terhadap masyarakat. Mahasiswa KKN ITY berharap proyek ini dapat menjadi contoh bagi inisiatif serupa di tempat lain di Yogyakarta dan di seluruh Indonesia.
Humas ITY Ira menambahkan, upaya seperti ini menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, lembaga pemerintah, dan masyarakat dalam mengatasi permasalahan lingkungan yang semakin kompleks. Dengan budidaya maggot dan upaya lainnya, mereka bersama-sama berkontribusi dalam upaya menjaga keberlanjutan lingkungan dan kualitas hidup yang lebih baik bagi penduduk Yogyakarta. (*/mar)












