bernasnews – Dunia pendidikan khususnya di wilayah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berduka. Nisem, S.Pd. salah seorang pendidik terbaiknya telah berpulang menghadap Tuhan, di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, Minggu (17/9/2023) dalam usia 51 tahun. Jenazah isteri dari Agus Riyanto, dan ibu dari Nuraini Amalia Putri dan Nurrohman Haidar Putra ini akan dikebumikan di makam Sasana Loyo, Gerjen, Margomulyo, Seyegan, Sleman, Senin (18/9) pagi.
Kabar duka ini segera merebak di beberapa whatsApp grup (WAG) yang menjadi media komunikasi almarhumah selama ini. WAG itu antara lain Forum Guru Sleman Menulis (FGSM), Komunitas Yuk Belajar Menulis (YBM) dan Majalah Literasi Guru (MALIGU). Nisem memang menjadi anggota tiga komunitas literasi tersebut.
“Keluarga besar MALIGU merasa sangat kehilangan dengan meninggalnya Bu Nisem. Dia anggota redaksi majalah pendidikan ini sejak awal berdiri hampir empat tahun lalu. Sebelumnya, Bu Nisem juga aktif di Majalah CANDRA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIY. Dia seorang pendidik yang baik dan mewariskan semangat berliterasi kepada siswa dan sesama pendidik,” kata Redaktur Senior MALIGU Susy Ernawati, M.Pd. kepada bernasnews, Minggu (17/9).
Menurut Susy, pada hari Kamis (14/9) berkenaan dengan Hari Kunjung Perpustakaan, sehabis melakukan kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kabupaten Sleman, Redaksi MALIGU beranjangkasih ke kediaman Nisem, S.Pd. Pada waktu itu, tiga hari sebelum meninggal, dia masih dapat menerima silaturahmi rekan-rekannya dengan baik. Menurut informasi, Nisem menderita sakit selama beberapa bulan terakhir ini.
Bahagia dapat berbagi
Selain menjadi pendidik/kepala sekolah di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Sleman, Nisem, SPd. juga menekuni literasi. Berawal menjadi anggota FGSM, ikut Komunitas YBM, aktif di Komunitas Cendana 9 Yogyakarta yang menerbitkan Majalah CANDRA, dia kemudian menjadi anggota redaksi MALIGU. Cukup banyak karya literasi dia hasilkan, baik dalam buku solo maupun antologi bersama sesama pendidik dan wartawan media pendidikan.
Di buku Berawal dari Cendana 9 (2019), dalam esai pendek bertajuk Menjadi Guru Profesional, Nisem mengisahkan dinamika keterlibatan dia di bidang literasi sekolah. Dia merasa bersyukur memperoleh kesempatan belajar jurnalistik dan literasi di Kabupaten Sleman dan DIY. Kesempatan bertemu praktisi media yang kemudian membimbing dia berani berkarya tulis di media massa, media pendidikan, jurnal ilmiah dan buku-buku.
Kemudian di buku Menjadi Bahagia (2019), Nisem menulis esai pendek bertajuk Bahagia dapat Berbagi. Dia berpendapat, harta bukan patokan bagi sebuah kebagiaan, akan tetapi sebuah harapan tidak akan menjadi kenyataan tanpa usaha. Oleh karenanya, selain keluarga menjadi pondasi kebahagiaan bersama suami, Nisem juga merasakan bahagia manakala dapat berbagi kepada sesama.
Sedangkan di buku Buku, Guru dan Sahabatku (2019), Nisem menulis dua topik yakni 52 Eksperimen Indonesia Main Sains untuk bab Pengalaman Jumpa Buku dan Pantang Menyerah dan Mandiri untuk bab Resensi Buku.
Pada buku Perjumpaan yang Menginspirasi Merawat Perbedaan (YBM, 2020), Nisem, SPd. tampil menjadi salah satu narasumber di buku kumpulan features human interest itu. Di tulisan bertajuk Semula Bukan Siapa-siapa itu, Nisem mengisahkan perjalanan cintanya terhadap dunia literasi, selain dunia pendidikan. Dia sangat bersyukur, upaya belajar dan berkarya di bidang literasi didukung oleh keluarga terkasihnya.
Puisi dari MALIGU
Redaksi MALIGU Bernadetta Herry Riyantini menghantar kepergian sahabatnya Nisem dengan puisi pendek bertajuk Bila Sang Khalik Berkehendak : Bila Sang Khalik sudah berkehendak/ siapa pun tak mampu mengelak/ Bahkan ketika untaian doa dan/ harapan didaraskan, tetap/ kehendak-Nya terjadilah.
Selamat jalan Saudari kami/ Sang Maha Penyembuh telah/ melepaskan sakit dalam raga/ menawarkan damai sejahtera/ bersama-Nya di Surga. Salam, Berna MALIGU. (mar)











