News  

Anak-anak Lingkungan Mateus Paroki Gamping Kian Tekun Doa Bersama

Suasana pertemuan Renungan Bulan Maria dan Bulan Ketekese Liturgi 2023 di kediaman Giri Topo, blok perumahan Lingkungan Santo Mateus Paroki Gamping, Sleman, DIY, Sabtu (20/5) malam. (Foto : Andesti Emilia Titis)

bernasnews – Tiada hari tanpa kehadiran anak-anak dalam pertemuan Renungan Bulan Maria dan Bulan Katekese Liturgi (BKL) 2023 di Lingkungan Santo Mateus, Paroki Gereja Maria Assumpta, Gamping, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka hadir bukan hanya sebagai umat, namun ikut terlibat sebagai pemandu doa. Mereka kian tekun berdoa bersama umat.

Seperti pertemuan hari ke-20 bertema Liturgi Melahirkan Hidup Baru di kediaman keluarga Giri Topo, blok perumahan Ambarketawang Indah, Gamping, Sleman, Sabtu (20/5), dua anak hadir. Mereka adalah L. Bragananta C (siswa kelas 5 SD Tarakanita Bumijo, Yogyakarta) yang memimpin doa Novena Roh Kudus hari kedua dan E. Gissel A.O. (siswi kelas 3 SD Tarakanita Bumijo, Yogyakarta) yang membacakan buku renungan BKL hari ke-20. Sedangkan doa rosario dipimpin oleh Ny Sutriyanto. Hadir ketua lingkungan L Widodo, wakil ketua Andesti Emila Titis, dan umat lainnya. 

Dalam renungan BKL Anto Margono mengemukakan, perayaan ekaristi merupakan rahmat terbesar Allah melalui gereja. Pada kesempatan tersebut, umat Katolik mendapat anugerah keselamatan dan perlindungan Tuhan.

“Seperti kita ketahui, ada tujuh sakramen dalam gereja yakni baptis, ekaristi, penguatan atau krisma, pengakuan dosa atau tobat, pengurapan minyak suci untuk orang sakit, perkawinan dan imamat. Ekaristi menjadi bagian tidak terpisahkan dan sangat penting dalam sakramen. Dalam setiap doa, nyanyian dan gerak selama mengikuti ekaristi, kita menanggapi dan mengungkapkan rasa syukur atas karunia rahmat keselamatan dari Allah,” kata dia.

Menurut dia, secara kebetulan Sabtu 20 Mei adalah momentum Hari Kebangkitan Nasional. BKL hari ke-20 bertema Liturgi Melahirkan Hidup Baru. Artinya, dengan liturgi umat diharapkan dapat  menjadi pribadi baru yang lebih baik. Sesuai dengan arahan Komisi Liturgi Keuskupan Agung Semarang (KAS), itu berarti sungguh-sungguh mau bertobat, mengampuni, dan menjadi pelaku sabda.  

Dalam pertemuan Jumat (19/5) malam, setelah pertemuan BKL umat melakukan kunjungan anjangkasih ke Ny. Nuniek yang dalam pemulihan sehabis sakit. (mar)