News  

Gairahkan Menulis di Kalangan Pegiat Literasi

Tangkapan layar webinar Pustaka Tungga #5, Senin (15/5/2023).

bernasnews –– Bagi sebagian orang, menghasilkan karya tulis seperti essai, opini, novel ataupun cerita pendek (cerpen) amatlah sulit. Namun akhir-akhir ini gairah menulis di kalangan pegiat literasi atau pustakawan dirasa mulai tumbuh. Untuk dapat menulis, tidak harus ada bakat, tetapi perlu pembiasaan dan pembelajaran.

Ada ungkapan terkenal Pramoedya Ananta Toer: “Orang boleh pandai setinggi langit tetapi selama tidak menulis, ia akan hilang dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” Beberapa persoalan yang dihadapi calon penulis pemula di antaranya terlalu banyak berpikir dan terlalu takut untuk gagal. 

Setidaknya, hal itulah yang menjadi perhatian Direktur Pustaka Tungga Khabibul Umam dalam webinar bertajuk “Mengapa Pegiat Literasi Harus Menulis?”, Senin (15/5/2023) pukul 10.00 WIB. 

Pustaka Tungga adalah perusahaan startup di Kabupaten Demak, Jawa Tengah yang bergerak di bidang pengembangan sumber daya pustakawan dan berkomitmen untuk menciptakan kader pustakawan yang inovatif, kreatif, dan adaptif melalui knowledge sharing guna mewujudkan perpustakaan sebagai media pengembangan ilmu pengetahuan. 

Acara yang dikemas ringan, santai, dan sederhana ini diisi dua narasumber yakni Khabibul Umam yang berbagi kisah dan kiat menulis karya tulis ilmiah, dan Dewi Istiqomah (Juara I PTLEC 2023) pustakawan SMP Muhammadiyah 10 Yogyakarta dan Anggota Redaksi Majalah Literasi Guru (Maligu).  

“Literasi sesederhana apapun dapat memberi ruang kreativitas dan inovatif untuk lahirnya prestasi dan sumber inspirasi bagi siapapun. Sehingga langkah-langkah pegiat literasi harus terus diperjuangkan dalam kehidupan bermasyarakat agar tercipta masyarakat cerdas, berwawasan luas, dan mampu berkarya kreatif,” kata Dewi Istiqomah kepada moderator Lia Umaroh, Pustakawan UPT SMP Negeri 1 Srengat, Blitar, Jawa Timur. (*/mar).