bernasnews – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi pemegang label dengan wilayah yang memiliki angka persentase kemiskinan tertinggi di Pulau Jawa.
Berbagai pemangku kepentingan pun kini mulai konsern untuk mengoptimalisasi pengentasan kemiskinan di Jogja, salah satunya adalah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY.
Wakil Ketua Umum Kadin DIY Bidang UMKM dan Digital Marketing, Hermawan Ardiyanto mengatakan Kadin akan turut andil dalam pengurangan angka kemiskinan di Jogja.
Sejauh ini, Kadin DIY melihat angka kemiskinan yang ada di Jogja itu tercipta karena sebagian besar masyarakat tidak bekerja. Sehingga, salah satu upaya yang akan digerakkan yakni dengan melakukan kolaborasi bersama stakeholder yang lain untuk membuka lapangan pekerjaan di kantong-kantong kemiskinan.
“Kita melihat dari sisi situ sehingga kemudian kita berpikir bagaimana membuat mereka bekerja,” kata Wakil Ketua Umum Kadin DIY Bidang UMKM dan Digital Marketing, Hermawan Ardiyanto, Jumat (3/3/2023).
Selain itu, angka kemiskinan di Jogja itu juga diukur dari besaran konsumsi yang dilakukan oleh masyarakat. Apabila masyarakat tidak bekerja dan tidak mempunyai pendapatan kemudian tidak bisa belanja dan tentu akhirnya mereka tidak memiliki kemampuan untuk berbelanja.
Di sisi lain, Hermawan menuturkan masyarakat Jogja memiliki culture yang sudah tertanam di masyarakat yaitu tidak ingin pindah ke daerah lain untuk berusaha memperoleh pekerjaan.
Padahal, di wilayah tempat tinggal nya itu belum tentu tersedia lapangan pekerjaan yang memadai.
Menyikapi hal tersebut, Kadin DIY akan berusaha menciptakan lapangan kerja di daerah tersebut. Kadin juga akan berusaha mendorong warga di daerah miskin memiliki usaha sendiri atau dengan kata lain menjadi wirausaha dalam skala apa pun.
“Intinya bagaimana mereka bisa berjualan atau menjual apa pun sehingga menciptakan ekonomi baru di desa tersebut,” paparnya.
Ketua Umum Kadin DIY, GKR Mangkubumi mengatakan Kadin memang perlu untuk merumuskan berbagai langkah strategis dalam mendorong ekonomi hijau, ekonomi biru, maupun sirkular ekonomi.
Hal itu bisa tercapai apabila ada sinergi hingga kolaborasi proaktif antara industri dan perguruan tinggi.
“Industri yang berkembang juga harus menjadi mitra bagi UMKM dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan ekonomi nasional. Semoga Indonesia semakin tumbuh kuat, ekonomi hebat. Dan tekad kami mendorong terwujudnya panca mulia DIY juga dapat berdampak bagi Indonesia dan terwujudnya dunia yang lebih baik, imbuhnya.
Rapimda Kadin DIY kali ini mengusung tema ‘Tumbuh Kuat, Ekonomi Hebat’. Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X mengatakan tema ini memiliki korelasi yang kuat dengan misi transformasi, inklusi dan kolaborasi yang digemakan pada tahun lalu.
“Kedua tema ini ada korelasi, khususnya dalam menyongsong tantangan masa depan dunia bisnis yang kian dinamis dan tak dapat diduga arahnya. Tentu bagi Kadin DIY dalam rangka menjadi bagian aktif untuk memperkuat ekonomi Indonesia, selaras dengan tema Rapimda tahun ini,” tandas Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X. (lan)











