News  

Dalam Bincang Bisnis KADIN DIY, Tantowi Yahya Didaulat Jadi Duta Kopi

Dubes Keliling RI untuk Pasifik Tantowi Yahya (Tengah) diapit kiri Anggota Dewan Pertimbangan KADIN DIY KRMT Indro “Kimpling” Suseno dan Waket Bidang Organisasi dan Keanggotaan KADIN DIY Robby Kusumaharta, dalam acara Bincang Bisnis bertajuk ‘Tumbuh Kuat, Ekonomi Hebat’ , Sabtu (11/2/2023). Foto: Kiriman Y. Sri Susilo.

bernasnews — KADIN DIY kembali menggelar event Pra Rapimda, berupa Bincang Bisnis dengan tajuk ‘Tumbuh Kuat, Ekonomi Hebat’ bertempat di Jogja Expo Center (JEC), Jalan Raya Janti Wonocatur, Banguntapan, Kabupaten Bantul, DIY, Sabtu  (11/02/2023).

Kegiatan dalam rangka menyambut Rapimpda 2023, menghadirkan narasumber Dubes Keliling RI untuk Pasifik Tantowi Yahya dan Anggota Dewan Pertimbangan KADIN DIY KRMT Indro “Kimpling” Suseno.

Acara Bincang Bisnis tersebut dihadiri 50 anggota dan pengurus KADIN DIY, diantaranya Robby Kusumaharta, Wawan Harmawan, Suyanto. Rachmad Hidayat, Rahardi Abra dan Tim Apriyanto.

Waket Bidang Organisasi dan Keanggotaan KADIN DIY Robby Kusumaharta menjelaskan, sengaja mengundang Tantowi Yahya untuk memberikan informasi dan peluang pasar di Kawasan Pasifik. Menurut dia, bahwa berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan (2022), potensi pasar Kawasan Pasifik diantaranya  kopi, fashion dan tekstil.

“Selain itu, juga jasa tenaga kerja, furnitur, produk kecantikan, makanan dan minuman serta beberapa prosduk lainnya,” lanjut Robby.

Dalam kesempatan itu, Tantowi Yahya membeberkan, bahwa Pasar Kawasan Pasifik sangat potensial bagi eksportir Indonesia termasuk eksportir dari DIY. , Beberapa negara di kawasan tersebut mengimpor produk dari Indonesia seperti kopi, fashion, produk kecantikan, furniture serta makanan dan minuman.

Sebagai contoh, nilai ekspor barang Indonesia ke Selandia Baru tumbuh 49,73 persen menjadi US$718,72 juta pada 2021 dari tahun sebelumnya. “Di sisi lain, nilai impor barang naik 26,73 persen menjadi US$959,3 juta pada saat yang sama,”jelas Tantowi Yahya, yang juga mantan Dubes RI di Selandian Baru.

Dikatakan, sebagian besar warga Selandia Baru dan juga Australia adalah pecinta kopi yang mengonsumsi sekitar 2,5 cangkir kopi setiap harinya. Beberapa dari mereka secara khusus hanya mengonsumsi kopi dengan kualitas kelas atas seperti kopi jenis Arabika. Sebagaimana diketahui, Indonesia sebagai negara eksportir kopi terbesar ke-empat di dunia dan banyak memproduksi biji kopi Arabika berkualitas tinggi di seluruh Nusantara.

Tantowi Yahya berharap, Indonesia dapat meningkatkan pasokan kopi Arabika ke Selandia Baru, Australia dan beberapa negara Kawasan Pasifik lainnya. “Produk kopi Arabika dari Indonesia dengan cita rasa lebih kaya jika dibandingkan kopi Robusta dari Brasil yang rasanya lebih pahit,” imbuhnya.

Dalam sesi tanya jawab, muncul pertanyaan sekitar peluang pasar di Kawasan Pasifik untuk produk-produk yang dihasilkan di DIY. Selama ini beberapa produk DIY telah berhasil menembus pasar di Kawasan Pasifik seperti produk alat-alat kesehatan (Alkes), salak, furniture, makanan dan beberapa produk lainnya.

Sementara di akhir acara muncul usulan dari forum agar Tantowi Yahya dijadikan ‘Duta Kopi’, argumentasi yang mendasari adalah Tantowi penggemar dan peminum kopi. “Di samping itu, sebagai Dubes Keliling dimungkinkan dapat membantu promosi produk Kopi Indonesia, termasuk produk kopi dari DIY, di beberapa negara Kawasan Pasifik,” kata Y. Sri Susilo, Komtap Bidang Organisasi dan Keanggotaan KADIN DIY, dalam rilisnya. (*/ ted)