Segmentasi Pelanggan Perlu Dilakukan agar Pemasaran Produk Tepat Sasaran dan Efektif

BERNASNEWS.COM – Segmentasi atau pengelompokan pelanggan perlu dilakukan agar program pemasaran produk tepat sasaran atau efisien dan efektif. Untuk memudahkan pengelompokan pelanggan tersebut bisa dilakukan dengan Algoritma Density Peak Possibilistic Fuzzy C-Means Berbasis Metaheuristik.

Hal itu disampaikan Muhammad Naufal Alfareza, alumni Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII, yang melakukan penelitian dengan judul Segmentasi Pelanggan dengan Algoritma Density Peak Possibilistic Fuzzy C-Means Berbasis Metaheuristik. Dalam penelitian itu, Naufal dibimbing Dosen FTI Muhammad Ridwan Andi Purnomo ST MSc PhD.

Menurut Naufal, secara garis besar penelitian dengan judul Segmentasi Pelanggan dengan Algoritma Density Peak Possibilistic Fuzzy C-Means Berbasis Metaheuristik adalah untuk mengelompokan customer ke dalam beberapa segmen agar program marketing tepat sasaran atau dapat dilakukan secara efektif & efisien.

Sementara kebaruan atau yang membedakan penelitian yang dilakukannya dengan penelitian lainnya adalah untuk menemukan algoritma, clustering melalui pendekatan Metaheuristik yang merupakan pendekatan yang mereplikasi sifat-sifat mahluk hidup, seperti evolusi, mutasi, kawin silang untuk menghasilkan luaran terbaik.

Dikatakan, algoritma ini merupakan integrasi antara density peak clustering, possibilistic fuzzy c-means, dan algoritma genetika untuk mengatasi sensitivitas terhadap pusat klaster awal, menangani data noise dan outlier dan dapat diandalkan untuk memberikan hasil yang stabil.

Sedangkan tahapan penelitian yang dilakukan adalah, pertama, membuat model awal menggunakan benchmark dari beberapa dataset yang berbeda. Kedua, memodifikasi model clustering dengan pendeketan Metaheuristik dengan membandingkan 5 algoritma antara lain GA, PSO, SCA, dan FBI. Ketiga, membandingkan lima algoritma clustering tanpa menggunakan metaheuristik untuk menentukan apakah algoritma DP-PFCM lebih unggul dari algoritma K-means, FCM, PFCM, dan DP-FCM atau tidak.

Mengenai dataset studi kasus, menurut Naufal, dataset bisnis ritel ini disediakan dan dipublikasikan di Mendeley Data oleh Rezvani dan Hemmati pada November 2020. Ini terdiri dari 1.288 data pelanggan dengan 5 variabel termasuk ID pelanggan, tanggal pembelian terakhir, recency, frequency, dan monetary.

Dari penelitian yang dilakukan, Naufal mengambil kesimpulan bahwa algoritma DP-GA-PFCM dapat mengatasi keberadaan noise dan data outlier, sensitivitas pusat klaster awal dan memberikan hasil yang lebih stabil. “Secara statistik terbukti lebih unggul untuk menghasilkan kinerja pengelompokan yang lebih baik pada data dengan noise dan outlier,” kata Naufal.

Selain itu, segmentasi pelanggan dengan analisis RFM membagi menjadi enam segmen dengan karakteristik masing-masing. Sedangkan strategi pemasaran yang direkomendasikan antara lain apresiasi dengan pemberian penghargaan, penawaran khusus berupa diskon, pemberian promosi berupa gabungan beberapa produk, penawaran keanggotaan, penawaran produk, dan rekomendasi produk secara berkala.

Sementara itu, Andrie Pasca Hendradewa ST MT, Manajer Administrasi Keilmuan Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII, mengatakan, FTI UII memiliki program yang memungkinkan mahasiswan lebih cepat menyelesaikan kuliah di program sarjana dan magister. Dalam program yang dilaksanakan oleh Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII,ini mahasiswa dapat meraih 2 gelar sekaligus yaitu Sarjana Teknik (ST) dan Magister Teknik (MT) dalam waktu yang lebih singkat.

Selain itu, menurut Andrie, dengan adanya tuntutan globalisasi, FTI UII juga telah bekerjasama dengan Industrial Management National Taiwan University of Science Taiwan (NTUST) yang merupakan salah satu universitas yang paling progresif membuka peluang bagi calon mahasiswa di seluruh dunia untuk kuliah program bachelor, master dan doktoral di Taiwan.

“Sejak tahun 2019, telah merealisasikan progam Double Degree dengan gelar Master of Business Administration (MBA) dan di awal tahun 2022 telah meluluskan 4 alumni dengan meraih 3 gelar, yaitu ST, MT dan MBA, di antaranya Muhammad Naufal Alfareza. Harapan ke depan Program Fast Track dan Double Degree ini dapat berjalan rutin dan tidak menutup kemungkinan mahasiswa dari kampus mitra, di antaranya NTUST, dapat mengambil DD di Program Studi Teknik Industri, Program Magister FTI UII,” kata Andrie. (lip)