Home Ekonomi Pameran UMKM Bangkit Libatkan 70 Persen Usaha Mikro

Pameran UMKM Bangkit Libatkan 70 Persen Usaha Mikro

286
0
Suasana Rapat koordinasi mempersiapkan pameran UKM Sleman Bangkit, Minggu (6/12/2020). Foto: kiriman Krisamyono Mukti

BERNASNEWS.COM – Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPC HIPPI) Sleman akan menggelar pameran dengan tema UMKM Sleman Bangkit di Atrium Shinta Sleman City Hall (SCH).

Kegiatan untuk menyambut Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 tersebut akan digelar pada 25 Desember 2020 – sampai 3 Januari 2021.

Menurut Ketua Panitia Pameran UMKM Sleman Bangkit Ahmad Rifai SE, Minggu (6/12/2020), HIPPI Sleman ingin berbagi dengan UMK, khususnya di wilayah Sleman, yang semua usahanya terdampak karena pandemi Covid-19.

“Kami ingin merangkul UMKM bahkan yang benar-benar kecil. Pameran diikuti sekitar 100 peserta dan sekitar 70 persenmerupakan usaha mikro,” kata pengusaha di bidang Event Organizer Tisaga Promosindo ini.

Dikatakan, peserta pameran tidak dikurasi sebagaimana biasanya yang dilakukan oleh penyelenggara pameran pada umumnya. Karena kalau ada kurasi berarti sudah menjadi UMKM dan UKM yang siap naik kelas. Sedangkan sebagian besar peserta pameran UMKM Sleman Bangkit benar-benar belum siap naik kelas.

“Untuk itu HIPPI Sleman ingin mengajak peserta pameran agar mereka merasakan bagaimana nikmatnya berada di sebuah pasar modern (mall) dan bagaimana strategi pameran,” tutur Ahmad Rifai seperti dikutip Krisamyono Mukti dalam rilis yang dikirim kepada Bernasnews.com, Kamis(10/12/2020).

Meski tanpa kurasi, di pojok-pojok stand ada ruang konsultasi bagi pelaku UMKM terkait dengan pemasaran sampai digital marketing, pengemasan, cara mengurus izin usaha, permodalan pembukuan dan lain-lain. Untuk itu HIPPI Sleman bekerjasama dengan Dinas UMKM dan Koperasi Sleman serta PLUT (Pusat Layanan Usaha Terpadu) Sleman.

“Jadi para pelaku UMKM baik peserta pameran maupun pengunjung pameran bisa melakukan konsultasi secara gratis.Dengan demikian diharapkan mereka bisa naik kelas,” tuturnya.

Di masa pandemi pengurus HIPPI Sleman selaku panitia pameran dan pengelola SCH sebagai pemilik venue tetap mengutamakan protokol kesehatan. “Karena itu peserta pameran maupun pengunjung SCH wajib mengikuti protokol kesehatan yakni mengenakan masker di manapun, jaga jarak dan di mana saja bisa cuci tangan dengan air mengalir. Sehingga acara tersebut bisa terselenggara dengan lancar dan barokah, kata Rifai.

Sementara Ketua Umum DPC HIPPI Sleman Atik Sri Purwantiningsih mengatakan penyelenggaraan pameran ini merupakan bagian dari program kerja jangka pendek DPC HIPPI Sleman yang diharapkan bermanfaat bagi UMKM untuk naik kelas.

“Untuk menuju naik kelas melalui proses yang panjang.Bersama HIPPI diharapkan UMKM bisa naik kelas sesuai motto HIPPI Sleman Memajukan Bersama dan Sejahtera Bersama. Dan tentu saja HIPPI bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah dan swasta,” kata pemilik dan CEO KJA ASP ini. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here