Home News 49 Pilkades di Sleman Ditunda, Calon Diminta Legawa

49 Pilkades di Sleman Ditunda, Calon Diminta Legawa

591
0
Logo Pilkades. Foto : kumparan.com

BERNANEWS.COM – Sebanyak 49 desa di Kabupaten Sleman akan melaksanakan pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak pada tahun 2020. Namun, Pilkades yang semula direncanakan akan dilaksanakan pada 30 Agustus 2020 tersebut, harus ditunda sampai setelah pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak secara nasional pada 9 Desember 2020 selesai.

“Benar ada 49 desa di Kabupaten Sleman yang akan melaksanakan Pilkades serentak pada tahun 2020 ini. Namun, nama-nama desa yang akan melaksanakan Pilkades tersebut saya tidak hafal, cuma jumlahnya benar 49 desa,” kata H Harda Kiswaya SE MSi, Sekda Kabupaten Sleman, ketika dihubungi Bernasnews.com, Selasa (11/8/2020) pagi.

Dalam sejumlah grup whatsapp beredar nama-nama desa di Kabupaten Sleman yang akan melaksanakan Pilkades 2020. Ke-49 desa tersebut adalah Desa Sidorejo Godean, Purwobinangun Pakem, Sendangsari, Sendangmulyo, Wukirsari, Sidoluhur Godean, Widodomartani, Sindumartani, Umbulmartani, Wedomartani, Pandowoharjo, Triharjo, Caturharjo, Tegaltirto, Kalitirto, Margoluwih, Margoagung, Sendangarum, Sendangrejo, Balecatur, Banyuraden, Merdikorejo, Sumberrejo, Pondokrejo, Mororejo, Tambakrejo, Kepuharjo, Argomulyo, Glagaharjo, Donokerto, Girikerto, Sidoagung, Sinduadi, Sumberadi, Sidomoyo, Sambirejo, Sumberharjo, Caturtunggal, Tamanmartani, Tirtomartani, Purwomartani, Sumberrahayu, Sumberagung, Sinduharjo, Sukoharjo, Minomartani, Harjobinangun, Hargobinangun dan Sidomulyo.

Dengan ditundanya Pilkades tersebut, maka Harda Kiswaya meminta para calon kepala desa dan masyarakat di 49 desa di Kabupaten Sleman tersebut harus legawa. “Saya minta para calon kepala desa dan masyarakat legawa. Karena penundaan pelaksanaan Pilkades demi keamanan dan kebaikan bersama,” kata H Harda Kiswaya, Sekda Sleman, kepada Bernasnews.com, Selasa (11/8/2020).

Harda Kiswaya mengaku persiapan Pilkades yang sedianya akan dilaksanakan pada 30 Agustus 2020 sudah matang. Semua peralatan untuk keperluan Pilkades sudah disiapkan. Namun, pada Senin (10/8/2020) muncul surat edaran dari Mendagri M Tito Karnavian yang meminta para bupati/walikota di seluruh Indonesia agar Pilkades ditunda sampai setelah Pilkada serentak nasional dilaksanakan pada 9 Desember 2020.

“Tapi ada untungnya ditunda karena perlengkapan untuk Pilkades bisa digunakan untuk Pilkada 9 Desember 2020. Dan Pilkades bisa menggunakan perlengkapan yang digunakan saat Pilkada,” kata Harda Kiswaya. (lip)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here