3 Contoh Naskah Amanat Pembina Upacara Hari Senin 20 Juli 2026 di Sekolah, Tema Menghargai Orang Lain

Ilustrasi amanat pembina upacara hari Senin, 20 Juli 2026 di sekolah. (Pixabay.com)

bernasnews – Menjelang pelaksanaan upacara bendera Hari Senin, 20 Juli 2026, banyak sekolah mulai menyiapkan materi amanat pembina yang relevan dengan pembentukan karakter peserta didik.

Salah satu tema yang dapat diangkat adalah menghargai orang lain, karena nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan harmonis.

Amanat pembina upacara merupakan bagian pokok dalam rangkaian upacara bendera di jenjang SD, SMP, hingga SMA/sederajat. Penyampaiannya bertujuan memberikan pesan moral sekaligus memperkuat pendidikan karakter kepada seluruh warga sekolah.

Dalam pelaksanaan upacara bendera, amanat pembina umumnya disampaikan setelah pembacaan janji siswa atau sebelum menyanyikan lagu wajib nasional. Ketentuan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah.

Amanat dapat disampaikan oleh kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, peserta didik yang ditunjuk, maupun tamu undangan.

Tema Menghargai Orang Lain Relevan untuk Pendidikan Karakter

Sikap saling menghormati merupakan salah satu nilai yang perlu ditanamkan sejak dini kepada peserta didik. Melalui amanat pembina upacara, sekolah memiliki kesempatan untuk mengajak siswa memahami pentingnya empati, toleransi, kesopanan, dan penghargaan terhadap setiap individu tanpa membedakan latar belakang maupun kemampuan.

Pesan mengenai pentingnya menghargai sesama juga diharapkan mampu mencegah munculnya perilaku negatif seperti perundungan (bullying), ejekan, diskriminasi, hingga sikap tidak peduli terhadap lingkungan sekitar. Karena diikuti seluruh warga sekolah, upacara bendera menjadi momentum yang efektif untuk menyampaikan pesan karakter secara menyeluruh.

Berikut salah satu contoh naskah amanat pembina upacara bertema “Menghargai Orang Lain” yang dapat dijadikan referensi.

Contoh Naskah Amanat Pembina Upacara Tema Menghargai Orang Lain

Contoh Pertama: “Menanam Respek, Menuai Martabat”

“Menanam Respek, Menuai Martabat”

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Selamat pagi, dan salam sejahtera bagi kita semua.

Yang saya hormati Bapak Kepala Sekolah, Bapak/Ibu Guru serta staf tata usaha, dan yang Bapak banggakan, seluruh siswa-siswi sekalian.

Pertama-tama, marilah kita memanjatkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas izin dan karunia-Nya, kita dapat berkumpul di lapangan ini untuk melaksanakan upacara bendera dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apa pun.

Anak-anakku sekalian yang Bapak cintai,

Pada kesempatan yang berharga ini, Bapak ingin berbicara tentang sebuah fondasi karakter yang sangat mendasar namun sering kali terlupakan di tengah keriuhan aktivitas sekolah kita, yaitu tentang nilai menghargai orang lain. Kita sering kali terjebak dalam pemikiran bahwa untuk terlihat dominan, hebat, atau menjadi pusat perhatian, kita harus merendahkan orang di sekitar kita. Padahal, martabat seseorang justru terpancar dari sejauh mana ia mampu memuliakan orang lain, bukan seberapa pintar ia mencari celah untuk menghina.

Menghargai orang lain sebenarnya adalah bentuk penghargaan terhadap diri kita sendiri. Ketika kalian mampu menjaga lisan dari ejekan, saat kalian memilih untuk mendengarkan ketika teman sedang berbicara, atau ketika kalian menunjukkan rasa hormat kepada bapak dan ibu guru serta staf di sekolah ini, kalian sedang membangun citra sebagai pribadi yang dewasa dan berkelas. Tidak ada kehormatan dalam ejekan, dan tidak ada kemuliaan dalam perilaku perundungan atau bullying. Sebaliknya, sikap santun dan kemampuan untuk berempati adalah tanda bahwa kalian memiliki jiwa yang besar.

Oleh karena itu, marilah kita mulai membudayakan sikap saling menghargai dalam setiap interaksi di sekolah ini. Jangan menunggu orang lain menghargai kita terlebih dahulu, namun mulailah dari diri kita sendiri untuk menebar senyum, menggunakan kata-kata yang menyejukkan, dan menghormati setiap perbedaan yang ada di antara kita. Jadikanlah sekolah ini bukan hanya tempat untuk mengejar nilai akademis, tetapi juga tempat di mana setiap orang merasa aman, nyaman, dan diakui keberadaannya.

Demikian amanat singkat yang dapat Bapak sampaikan. Semoga apa yang Bapak sampaikan hari ini dapat mengetuk hati kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bijak dalam menghargai sesama manusia.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Amanat Upacara Menjadi Sarana Menanamkan Nilai Empati

Pesan yang disampaikan dalam amanat pembina upacara diharapkan tidak berhenti sebagai materi pidato semata, melainkan menjadi dorongan bagi peserta didik untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Menghargai teman, guru, tenaga kependidikan, maupun seluruh warga sekolah merupakan langkah sederhana yang dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif.

Selain meningkatkan hubungan antarsesama, sikap saling menghormati juga menjadi bekal penting bagi peserta didik ketika berinteraksi di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Oleh sebab itu, pemilihan tema amanat yang relevan dengan pendidikan karakter menjadi bagian penting dalam pelaksanaan upacara bendera setiap hari Senin. (anp)