bernasnews.com – Sebuah insiden terjadi di ruas Jalan Jogja–Wonosari Kilometer 22, Padukuhan Putat II, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 13.40 WIB. Alat berat jenis grader yang diangkut menggunakan Truk Tronton Mitsubishi Fuso menyangkut kabel listrik yang melintang di jalan hingga menyebabkan kabel utama putus, tiang listrik roboh, dan sebuah gardu ronda tertimpa.
Peristiwa tersebut bermula ketika Truk Tronton Mitsubishi Fuso FV416T bernomor polisi L 8357 CL melaju dari arah Wonosari menuju Yogyakarta dengan membawa muatan alat berat grader. Saat melintas di kawasan Padukuhan Putat II, kendaraan diduga bergerak terlalu ke sisi kiri badan jalan hingga bagian kabin grader mengenai kabel listrik yang berada di atas ruas jalan.
Benturan antara alat berat dan kabel listrik terjadi secara tiba-tiba. Tarikan kuat akibat kendaraan yang tetap bergerak membuat kabel utama putus dan menarik tiang listrik hingga tidak mampu menahan beban. Tiang tersebut kemudian roboh dan menimpa gardu ronda yang berada di sekitar lokasi kejadian. Akibat insiden itu, jaringan listrik di kawasan sekitar mengalami gangguan.
Peristiwa tersebut langsung menarik perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas. Sejumlah pengendara memperlambat laju kendaraan karena melihat tiang listrik tumbang di sisi jalan serta kabel yang menjuntai akibat kejadian tersebut.
Humas Polsek Patuk, Aiptu Purwanto, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat Truk Tronton Mitsubishi Fuso FV416T bernomor polisi L 8357 CL melaju dari arah Wonosari menuju Yogyakarta. Truk tersebut dikemudikan oleh TA (40), warga Padukuhan Gentung, Kalurahan Karangmojo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.
Selama perjalanan, kendaraan besar itu mengangkut sebuah alat berat jenis grader. Muatan dengan dimensi yang tinggi tersebut melintasi jalur nasional yang menghubungkan Yogyakarta dengan Wonosari.
Saat memasuki kawasan Padukuhan Putat II, kondisi jalan berbelok ke kanan. Pada titik tersebut, truk diduga bergerak terlalu ke sisi kiri badan jalan. Posisi kendaraan yang bergeser membuat bagian kabin grader yang berada di atas bak truk mengenai kabel listrik yang melintang di atas jalan.
Benturan itu tidak dapat dihindari. Kabel utama langsung tersangkut dan tertarik mengikuti laju kendaraan. Tarikan tersebut menghasilkan tekanan yang sangat besar hingga membuat tiang listrik kehilangan keseimbangan.
“Tiang listrik yang roboh kemudian menimpa sebuah gardu ronda,” ujar Aiptu Purwanto.
Selain merobohkan tiang listrik, benturan tersebut juga menyebabkan kabin alat berat grader mengalami penyok. Kerusakan pada alat berat menjadi bukti kuat besarnya benturan yang terjadi ketika grader mengenai kabel listrik.
Insiden itu juga memicu gangguan jaringan listrik di kawasan sekitar lokasi kejadian. Putusnya kabel utama menyebabkan aliran listrik terhenti sehingga sejumlah pelanggan mengalami pemadaman. Petugas dari instansi terkait kemudian melakukan penanganan untuk mengamankan lokasi sekaligus mempersiapkan proses perbaikan jaringan yang rusak.
Beruntung, kejadian tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Meski demikian, kerugian material tetap tidak dapat dihindari. Tiang listrik roboh, gardu ronda mengalami kerusakan setelah tertimpa, sementara alat berat yang diangkut juga mengalami penyok pada bagian kabin.
Peristiwa itu kembali menjadi pengingat pentingnya memperhatikan dimensi muatan kendaraan berat yang melintas di jalur umum. Pengemudi kendaraan pengangkut alat berat harus memastikan tinggi muatan sesuai dengan kondisi infrastruktur yang akan dilalui, terutama pada ruas jalan yang memiliki jaringan utilitas seperti kabel listrik maupun kabel telekomunikasi.
Jalan Jogja–Wonosari sendiri merupakan salah satu jalur utama dengan arus kendaraan yang cukup padat setiap hari. Ruas jalan tersebut tidak hanya dilalui kendaraan pribadi dan angkutan umum, tetapi juga kendaraan logistik serta pengangkut alat berat. Kondisi itu menuntut setiap pengemudi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi tikungan maupun kawasan yang memiliki kabel utilitas dengan ketinggian terbatas.
Hingga proses penanganan berlangsung, jaringan listrik di sekitar lokasi masih mengalami gangguan akibat putusnya kabel utama. Petugas terus melakukan perbaikan agar pasokan listrik dapat kembali normal dan aktivitas masyarakat tidak terganggu lebih lama.
(ef linangkung)











